Berita

Foto/RMOL

Politik

MS Kaban: Reklamasi Itu Harus Distop Total

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 04:35 WIB

Malam acara Kenduri Budaya dan Nasionalisme bertajuk "Kebun Merah Putih" di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (25/8) berlangsung meriah.

Sejumlah tokoh dan aktivis tampak hadir di acara seni, budaya, dan puisi yang digagas oleh berbagai elemen di Jakarta Utara.

Di antaranya mantan Menteri Kehutanan M.S Kaban, sejarawan JJ Rizal, tokoh senior masyarakat Jakarta Utara Sabri Saiman, Jamran AMJU, Daeng Mansur, dan lainnya.


Dalam acara tersebut, M.S Kaban mengatakan bahwa kemerdekaan itu pada dasarnya untuk kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, bangsa ini harus kembali pada niat kemerdekaannya.

"Kemerdekaan itu adalah yang bangsa Indonesia. Kemerdekaan itu modalnya sumber daya alam," kata M.S Kaban.

Namun sayangnya, sambung M.S Kaban, 72 tahun Indonesia merdeka, tapi pola-pola yang dilanjutkan masih pola zaman kolonial. Salah satu contohnya adalah reklamasi Telu Jakarta yang menyengsarakan nelayan demi segelintir orang berduit.

Kaban sejak awal tegas mengatakan tidak setuju dengan reklamasi Teluk Jakarta itu.

"Saya dari awal sudah mengingatkan, bahwa tidak ada satu pun dasar hukum reklamasi itu. Kalau kebenaran sudah tidak dibenarkan, maka bakal jadi malapetaka," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus segera sadar bahwa reklamasi inimerupakan bentuk penjajahan dalam bentuk lain.

Kata dia, segala sumber kekayaan alam seharusnya dikuasai oleh negara untuk kepentingan rakyat. Reklamasi, merupakan bentuk penguasaan swasta yang merugikan rakyat, utamanya nelayan di pesisir Teluk Jakarta.

"Bangsa Indonesia itu lah yang terjajah. Jadi kita harus sadar, semua yang bersumber dari alam itu dikuasai oleh negara. Jadi reklamasi itu harus di stop total," tegasnya. [ian/darmansyah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya