Bobby Adhityo Rizaldi/Net
Penyebaran informasi-informasi bohong sebenarnya bukan hal baru. Namun, jika itu sudah menyasar ke isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), seperti yang dilakukan jaringan grup Saracen, jelas sangat berbahaya. Sebab, Indonesia sangat majemuk. Jika penyebaran tersebut dibiarkan, Indonesia bisa pecah belah.
Demikian peringatan anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi. Politisi muda Golkar ini meminta agar aparat penegak hukum membongkar jaringan pelaku, penyandang dana, sampai para klien dari sindikat Saracen.
Baginya, langkah ini penting. Sebab, dikhawatirkan sindikat Saracen ini digunakan sebagai proxy war agent yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas negara.
"Ini yang perlu diawasi, termasuk Saracen sebagai
proxy war agent. Siapa yang membiayainya, apa motifnya, ini perlu diungkap segera di publik," katanya, Jumat (25/8).
Bobby mengatakan, bisnis informasi bohong atau hoax sebenarnya sudah lazim di negara-negara demokrasi seperti Amerika Serikat. Di Amerika, jaringan sindikat Saracen biasa disebut
spin doctor atau kelompok yang kerjanya menggiring opini dan membuat propaganda dengan menggunakan infrastruktur di sosial media secara massif. Namun, konteks Indonesia, hal ini menjadi sangat berbahaya.
"Ya mungkin negara-negara seperti di Amerika Serikat, (Saracen) ini sudah biasa. Tapi, Indonesia kan berbeda. Kita kan sangat beragam. Akan sangat berbahaya jika mereka memanfaatkan keberanekaragaman Indonesia untuk mengorek keuntungan, sementara informasi yang disebar bernuansa SARA dan dapat berpotensi besar memecah belah bangsa," jelasnya.
Di sisi lain, kondisi masyarakat Indonesia juga berbeda dengan kondisi di Amerika dan negara maju lain. Dengan kemampuan ekonomi masih relatif rendah, tingkat pendidikan belum merata, dan juga banyak kesenjangan, sebagian masyarakat menjadi gampang emosian.
"Saracen bisa menyulut gejolak sosial yang bisa berpotensi membahayakan stabilitas negara," terangnya.
Bobby menambahkan, kemampuan masyarakat menyaring informasi dan kritik-kritik yang konstruktif juga belum merata. Sebagian besar masyarakat saat ini masih suka ikut-ikutan membagikan berita yang belum jelas asal-usulnya. Jika informasi yang disebar hoax dan mengandung unsur SARA, jelas akan sangat merugikan bangsa. Karena itu, dia mendorong penegak hukum untuk membongkar sampai tuntas jaringan Sarasen dan para kliennya.
[ian]