Berita

Bobby Adhityo Rizaldi/Net

Politik

Golkar: Penyandang Dana Saracen Harus Dibongkar!

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 00:33 WIB | LAPORAN:

Penyebaran informasi-informasi bohong sebenarnya bukan hal baru. Namun, jika itu sudah menyasar ke isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), seperti yang dilakukan jaringan grup Saracen, jelas sangat berbahaya. Sebab, Indonesia sangat majemuk. Jika penyebaran tersebut dibiarkan, Indonesia bisa pecah belah.

Demikian peringatan anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi. Politisi muda Golkar ini meminta agar aparat penegak hukum membongkar jaringan pelaku, penyandang dana, sampai para klien dari sindikat Saracen.

Baginya, langkah ini penting. Sebab, dikhawatirkan sindikat Saracen ini digunakan sebagai proxy war agent yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas negara.


"Ini yang perlu diawasi, termasuk Saracen sebagai proxy war agent. Siapa yang membiayainya, apa motifnya, ini perlu diungkap segera di publik," katanya, Jumat (25/8).

Bobby mengatakan, bisnis informasi bohong atau hoax sebenarnya sudah lazim di negara-negara demokrasi seperti Amerika Serikat. Di Amerika, jaringan sindikat Saracen biasa disebut spin doctor atau kelompok yang kerjanya menggiring opini dan membuat propaganda dengan menggunakan infrastruktur di sosial media secara massif. Namun, konteks Indonesia, hal ini menjadi sangat berbahaya.

"Ya mungkin negara-negara seperti di Amerika Serikat, (Saracen) ini sudah biasa. Tapi, Indonesia kan berbeda. Kita kan sangat beragam. Akan sangat berbahaya jika mereka memanfaatkan keberanekaragaman Indonesia untuk mengorek keuntungan, sementara informasi yang disebar bernuansa SARA dan dapat berpotensi besar memecah belah bangsa," jelasnya.

Di sisi lain, kondisi masyarakat Indonesia juga berbeda dengan kondisi di Amerika dan negara maju lain. Dengan kemampuan ekonomi masih relatif rendah, tingkat pendidikan belum merata, dan juga banyak kesenjangan, sebagian masyarakat menjadi gampang emosian.

"Saracen bisa menyulut gejolak sosial yang bisa berpotensi membahayakan stabilitas negara," terangnya.

Bobby menambahkan, kemampuan masyarakat menyaring informasi dan kritik-kritik yang konstruktif juga belum merata. Sebagian besar masyarakat saat ini masih suka ikut-ikutan membagikan berita yang belum jelas asal-usulnya. Jika informasi yang disebar hoax dan mengandung unsur SARA, jelas akan sangat merugikan bangsa. Karena itu, dia mendorong penegak hukum untuk membongkar sampai tuntas jaringan Sarasen dan para kliennya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya