Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Antisipasi Radikalisme, Mahasiswa Deklarasikan LKPM

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 19:34 WIB | LAPORAN:

Sekelompok mahasiswa mendeklarasikan Lembaga Kajian Pancasila Mahasiswa (LKPM) Jakarta. Acara tersebut di barengi dengan Talk Show Dialog Nasional dengan tema "Mengulas Sejarah Kemerdekaan Indonesia Guna Meneguhkan Komitmen Kebangsaan" yang dilaksanakan di Hotel Mega Proklamasi Mentang Jakarta pada, Jumat (25/8).

Hadir sejumlah narasumber dalam acara itu, seperti KH Ahmad Imron (Waketum DPP IPI), Dr. Desvian Bandarsyah (Dekan Uhamka), Dr. Syaiful Rahim (Ketum Fonas Bhineka Tunggal Ika) dan Prof. Zaenal Arifin (Guru Besar HTN).

Ketua Deklarator LKPM Riyan Hidayat, menjelaskan bahwa pasca memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia merumuskan landasan dan aturan untuk bisa menjadi negara yang berdaulat.


Tercatat, lanjut Riyan, ada beberapa badan yang dibentuk untuk merumuskan falsafah dan tujuan berbangsa dan bernegara dengan membentuk BPUPKI dan PPKI dengan tugas khusus membuntuk dasar negara.

"Sejarah juga mencacat pasca terbentuknya dasar negara juga terjadi tarik ulur kepentingan masih-masing kelompok namun para faunding father kita dengan alasan persaudaran, persatuan dan kesatuan kita dapat diselesaikan dengan bijaksana dan pancasila dapat menjadi konsensus bersama," terang Riyan.

saat ini, pasca tragedi 1945/66, kini muncul tanda-tanda (upaya) membangkitkannya keinginan kelompok tertentu untuk mengganti paham Pancasila dan UUD 45 dengan Khilafah Islamiyah yang diusung Hizbuz Tahrir Indonesia (HTI).

"Kita perlu antisipasi paham-paham yang dapat memecah belah bangsa dengan kemunculan isu sara dan paham menyimpang dari konsensus bersama yang sudah dalam tahap bahaya hal ini bisa di lihat dalam realita kehidupan sehari-hari. Berbagai gerakan diciptakan untuk merebut hati dan “suara rakyat". Mereka sepertinya ingin membangun kembali paham anti NKRI dengan menggunakan nama lain," jelasnya.

Riyan melanjutkan, paham kebangsaan saat ini sangat penting untuk menegakkan serta menguatkan kembali karakter bangsa yang sedang tercabik.

Pemahaman kebangsaan mestinya dijadikan sebagai platform bersama dalam menegakkan karakter serta kemandirian bangsa sehingga Indonesia mampu bangkit untuk menggapai kemajuan dan kesejahteraan.

"Nilai luhur hidup berbangsa dan bernegara yang terekam dalam kebangsaan tersebut harus diaktualisasikan kembali, sehingga pemuda dapat menemukan kembali etosnya di tengah gejolak sosial yang makin kompleks sekarang," jelasnya.

Segmen yang perlu di ingatkan kembali terkait paham kebangsaan adalah para pemuda sebagai generasi bangsa, jangan sampai pemuda lupa akan sejarah dan pondasi bernegara dan bermasyarakat yang dikarenakan oleh derasnya arus globalisasi dan paham dengan gerakan serta propaganda yang tidak bisa dibendung.

"Semua pihak harus sadar bahwa ini adalah tanggung jawab bersama untuk menumbuh kembangkan paham kebangsaan serta ingat perjuangan para pejuang kita. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya