Berita

Politik

Aktivis Akan Kreatif Bila Mau Berjuang Di Parlemen

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 09:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Parlemen merupakan lembaga terhormat wadah perjuangan bagi kemajuan bangsa. Sehingga parlemen membutuhkan figur-figur yang berdedikasi seperti aktivis untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Di sisi lain, perjuangan menuju parlemen bukanlah hal mudah bagi aktivis. Terlebih dengan sistem demokrasi liberal yang berbiaya tinggi menjadi masalah bagi aktivis.

Demikian disampaikan Ayub Pangrekuan selaku moderator mengawali Diskusi Kamisan DPP Taruna Merah Putih (TMP) di Jalan Cik Di Tiro, Menteng, Jakarta (Kamis, 24/8). Hadir sebagai narasumber  dalam diskusi ini Adian Napitupulu (anggota DPR RI-Aktivis 98), Dwi Rio Sambodo (anggota DPRD DKI Jakarta-Alumni GMNI), Sebastian Salang (Formappi-Alumni PMKRI) dan Bane Manalu (jurnalis).

Pada pembukaan acara diskusi, Sekjen DPP TMP Restu Hafsari menyampaikan topik Diskusi Kamisan "Aktivis Menuju Parlemen" sangat penting, terkhusus bagi aktivis dan kaum muda yang hendak ke parlemen.


"Para narasumber yang kompeten dan berpengalaman baik dari kalangan aktivis dan media akan berbagi pengalaman yang berharga bagi peserta diskusi untuk dapat dijadikan pengetahuan bagi yang menjadi calon legislatif nanti," ungkap Restu.

Rio menyatakan dalam sistem politik Indonesia yang sangat liberal saat ini dan adanya trauma dengan sistem politik otoritarian orde baru, maka aktivis seharusnya tampil di panggung politik Indonesia seperti menjadi anggota parlemen. Karena parlemen merupakan tempat berjuang bagi kepentingan bangsa dan rakyat. Di sisi lain, Rio menyadari bahwa aktivis membutuhkan suatu effort dan kerja keras.

Pengalaman serupa juga disampaikan Adian Napitupulu. Dalam menghadapi kandidat-kandidat yang memiliki uang banyak diperlukan cara-cara kreatif untuk merebut suara rakyat.

"Sebagai aktivis, kita akan kreatif bila dalam suasana terdesak. Saya mengerahkan seluruh jaringan untuk membantu saya dalam merebut kursi parlemen. Saya menggunakan metode yang murah dan efektif serta menutupnya dengan memberi kesan yang baik bagi masyarakat," tegas Adian.

Menurut Bane, ada relasi antara calon terpilih dengan media. Menjelang pemilihan kepedulian rakyat akan semakin tinggi, terlebih dalam mengkonsumsi berita-berita dari media.

"Relasi dengan media tak selamanya membutuhkan biaya tinggi. Bahkan pada kasus-kasus tertentu, awak media akan dengan sukarela meliput. Ini terjadi pada kasus aktivis yang konsisten dan punya personal branding, dan humble" kata Bane.

Berdasarkan pengalaman Pemilu 2014, Sebastian Salang menyatakan 49 persen daftar calon legislatif untuk DPR RI adalah pengusaha, berikutnya politisi sedangkan aktivis hanya 3,7 persen saja. Dan yang terpilih mayoritas adalah politisi yang umumnya orang baru dan aktivis sangat sedikit.

"Menghadapi Pemilu 2019 di mana pileg dan pilpres dilakukan secara serentak, akan memberikan harapan bagi aktivis. Caleg-caleg yang partainya mengusung calon presiden seperti Jokowi akan mendapatkan limpahan suara," ungkap Salang.

Di akhir acara, Salang menyatakan kebanggaannya kepada aktivis yang tetap memilih jalur parlemen di saat kepercayaan publik kepada parlemen dan partai politik semakin merosot. Salang berharap aktivis yang di parlemen mampu meningkatkan kepercayaan publik kepada parlemen dan partai politik. Dan hulunya nanti adalah kontribusi positif terhadap masyarakat, bangsa dan negara. [ysa]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya