Berita

Prabowo-Zulhas/net

Politik

Dari Sisi Partai Oposisi, Zulhas Mau Berdampingan Dengan Prabowo Subianto

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 08:59 WIB | LAPORAN:

Posisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang memajukan Zulkifli Hasan sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang akan menguntungkan partai yang lahir dari rahim reformasi itu, khususnya di barisan oposisi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti saat berbincang dengan redaksi, Jumat (25/8).

"Jika diasumsikan Prabowo Subianto tetap menjadi capres, maka yang dekat mendampinginya adalah Zulkifli Hasan. Jadi memajukan Ketua Umum-nya menguntungkan PAN di barisan oposisi. Potensi diterimanya Zulkifli sebagai calon wakil presiden (cawapres) kuat" kata Ray.


Menurut Ray, ada banyak faktor yang bisa membuat PAN merasa akan diuntungkan dengan memasang Zulkifli yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua MPR RI. Salah satu faktornya yakni mengulang kisah pilpres 2014 lalu, di mana Gerindra dan PAN bisa bersatu.

"Faktor selanjutnya dari kubu oposisi hanya Zulkifli yang terlihat lebih siap sebagai capres atau cawapres," tambah Ray.

Ray menegaskan faktor lain adalah partai oposisi seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sendiri terlihat belum memiliki calon yang kuat. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid misalnya masih jauh dari harapan baik dari segi popularitas maupun elektabilitas.

Dengan memajukan Zulkifli, menurut Ray, PAN bisa melihat faktor Partai Demokrat yang dapat didekati melalui pendekatan perkawinan. Perbesanan antar Hatta Rajasa dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bisa jadi titik temunya.

"Jadi potensi didorongnya jadi kuat. Sehingga tidak heran kalau nama ZulHas muncul sebagai capres atau cawapres," demikian Ray.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya