Berita

Net

Politik

PPP: Pancasila Dan Agama Tidak Boleh Saling Meniadakan

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 02:17 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menegaskan bahwa keputusan final Pancasila sebagai konstitusi, menandakan sudah saatnya negara dan agama tidak boleh lagi dipertentangkan atau saling meniadakan.

Menurutnya, dengan begitu, keduanya justru harus saling mengisi dan mendukung. Apalagi, ada formulasi hubungan antara agama dengan negara, yang terwujud dalam beberapa realitas kenegaraan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (24/8).


"Formulasi hubungan antara agama dengan negara antara lain adalah diperbolehkannya partai politik berbasis Islam. Bahkan, parpol berbasis Islam bisa berkontestasi mulai dari Pemilihan Umum pertama tahun 1955 sampai dengan Pemilu 2015," ujarnya.

Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Romi ini, dengan berdirinya Kementerian Agama, membuktikan bahwa negara ikut andil dalam mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan agama.

"Demikian pula dengan dua sistem pendidikan nasional, yaitu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama," katanya.

Romi memaparkan, sejumlah undang-undang juga dijiwai oleh hukum Islam. Antara lain, UU 1/1974 tentang Perkawinan, UU 7/1989 tentang Peradilan Agama, UU 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU 17/1999 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, dan UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah.

"Peraturan perundangan lainnya adalah UU 44/2008 tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi, UU 35/2009 tentang Narkotika dan Penyalahgunaan Zat Adiktif, UU 35/2009 tentang Pengelolaan Zakat serta UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal," jelasnya.

Ditambahkan Romi, negara saat ini juga sangat menghormati hari-hari besar keagamaan.

"Hal itu terbukti dalam kalender satu tahun, setiap hari besar keagamaan, ditetapkan sebagai hari libur nasional," tandasnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya