Berita

Nusantara

Apjiki-Telkom University Gelar Pelatihan Sitasi Karya Ilmiah

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 22:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Asosiasi Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi (APJIKI) bekerjasama dengan Telkom University, Bandung, menyelenggarakan Pelatihan Sitasi Artikel Ilmiah di Ruang Manterawu, Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University, (Kamis, 24/8).

Penyelenggaran kegiatan ini mengingat pengutipan referensi berbasis online yang memungkinkan pengutip dan pemilih karya mendapatkan keuntungan akademik, belum menjadi budaya dalam penyusunan karya ilmiah di kalangan akademisi Tanah Air.

Salah satu kendalanya adalah kemampuan menggunakan perangkat lunak (software) tertentu yang mendukung kegiatan tersebut. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan tersebut, kegiatan ini digelar.


"’Kita mendorong anggota APJIKI agar segera menerbitkan jurnal online berbasis open journal system (OJS), lalu mengikuti akreditasi Kemenristekdikti. Pelatihan ini, merupakan penguatan. Ini bermanfaat bukan hanya untuk per orangan, tapi juga untuk jurnal-jurnal sebagai sebagai lembaga," kata Ketua Apjiki, Dr. Puji Lestari.

"Intinya, kita melihat manajemen referensi karya ilmiah di kita memang masih belum baik. Perlu terus ditingkatkan," lanjut Puji.

Pelatihan Sitasi Karya Ilmiah yang dibuka Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University, Dr. Ir. Syarifuddin, MM. ini juga menampilkan Editor in Chief Communicatus, Jurnal Ilmu Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. Uwes Fatoni, M.Ag, dan Iis Kurnia N, S.S., M.Hum, dari Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom Univeristy.

Uwes dan Lilis, menyampaikan materi seputar teknik pengutipan dengan menggunakan aplikasi Mendeley dan hal-hal seputar pentingnya memperhatikan publikasi online, h-indeks, dan i10 indeks by googlescholar.

Dalam kesempatan ini, Uwes dan Lilis menyatakan, h-indeks-pengukur produktivitas dan dampak karya yang diterbitkan seorang-ilmuan di Indonesia memang rata-rata rendah. Itu antara lain, karena rendahnya karya ilmiah yang dipublikasikan secara online, terutama di jurnal-jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Saat yang sama, menulis dan mengutip secara online dengan standar tertentu juga belum membudaya.

Secara rinci, Uwes kemudian menjelaskan tahap demi tahap penggunaan aplikasi Mendeley untuk kepentingan pengutipan maupun penyimpanan data karya ilmiah perorangan.

"’Mungkin ini terlihat sederhana dan singkat. Tapi justru masih jarang dipakai, padahal menguntungkan kita di dunia akademik. Selain memudahkan, proses kerja kita membuat karya ilmiah juga akan terapresiasi. Tentu, dengan menggunakan ini, kita juga mengapresiasi karya ilmiah orang lain," kata Uwes.

Sitasi atau pengutipan karya ilmiah dalam pelatihan ini, dimulai dengan mengunduh aplikasi Mendeley. Melalui aplikasi ini, penulis karya bukan hanya bisa menyimpan data yang dengan mudah bisa ‘dipanggil’ kembali ketika proses pengutipan dilakukan, tapi juga bisa memasukan data karyanya sendiri, terutama yang sudah terpublikasi baik dalam bentuk cetak maupun online.

Ditegaskan Uwes, keterampilan ini harus semakin disebarkan karena secara umum, penulisan referensi karya ilmiah di Indonesia masih berserakan, seorang penulis seringkali sulit menghitung jumlah referensi (buku/ jurnal) yang dimiliki atau dibaca, pengelolaan referensi masih manual, masih banyak yang tidak memahami gaya pengutipan (citation style) juga kutipan dan daftar pustaka (bibliography) tidak konsisren, bahkan kadang tidak sesuai. "’Karena itulah, manajemen referensi itu penting," tegas Uwes.

Puji Lestari sendiri berharap, pelatihan ini didiseminasi oleh para peserta di kampus masing-masing.

"Jika perlu, diajarkan dan dibiasakan penggunaannya oleh mahasiswa. Agar kita bisa sama-sama mengapresiasi karya ilmiah-dalam hal ini bidang Komunikasi-orang lain, dan saatnya nanti, karya kita akan diapresiasi pihak lain," demikian Puji Lestasi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya