Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Legislator Demokrat Desak Polisi Usut Tuntas Aktor Di Balik Kelompok Saracen

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 17:55 WIB | LAPORAN:

Kepolisian harus mengusut tuntas pihak-pihak yang selama ini berada di balik kelompok Saracen.

Menurut Komisi I DPR RI, Muhammad Afzal Mahfuz, menangkap Saracen saja tidak akan banyak berpengaruh dalam membendung merebaknya info hoax, hate speech maupun SARA di medsos jika polisi tidak mengungkap dalang dan donatur di balik mereka.  

"Sindikat seperti Saracen ini pasti banyak dan mudah sekali dibentuk. Satu ditangkap, seribu Saracen akan dengan mudah muncul kembali apabila polisi tidak mengungkap tuntas siapa kelompok atau pihak-pihak yang berada di balik mereka,” katanya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Kamis (24/8).


Anggota komisi yang membidangi komunikasi dan informatika ini, menambahkan bahwa akibat kegiatan mereka, banyak pihak yang menjadi korban. Bukan hanya pemerintah sekarang, tapi juga termasuk DPR dan bahkan kelompok-kelompok masyarakat.

Presiden RI ke-6 yang sekaligus Ketua Umum Demokrat, SBY, juga sering menjadi korban kejahatan mereka.

"Digambarkan seolah-olah SBY itu bermusuhan dengan Presiden Jokowi. Padahal tidak sama sekali," imbuh Afzal yang juga politisi Demokrat ini.

Apapun motifnya, tegasnya, tindakan yang dilakukan oleh kelompok Saracen sangat berbahaya karena berpotensi menciptakan konflik dan memecah belah bangsa.

"Karenanya saya mendesak agar Polisi dapat bekerja cepat dalam mengungkap orang-orang di belakang Saracen," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap dan menangkap sindikat Saracen, kelompok yang selama ini selalu menyebar info hoax, hate speech dan SARA di media sosial. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya