Berita

Pertahanan

Penyelundupan Narkoba Juga Marak Di Rutan Mapolda Metro

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 16:33 WIB | LAPORAN:

Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya (PMJ) menjadi lokasi strategis untuk menyelundupkan narkoba kepada para tahanan.

Direktur Reserse Narkoba PMJ Komisaris Besar Polisi Nico Afinta tidak menampik hal itu.

Apalagi, banyak terungkap upaya penyelundupan yang melibatkan anggota kepolisian. Khususnya dari Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) PMJ.


"Dalam pemeriksaan, ditemukan beberapa barang bukti mirip narkotika berbagai jenis. Narkotika tersebut yang diselipkan di dalam makanan atau pakaian. Penemuan tersebut, kemudian dilimpahkan kepada kami untuk disidik," kata Nico saat dikonfirmasi, Kamis (24/8).

Kebanyakan narkoba yang berusaha dimasukkan ke dalam rutan adalah narkoba jenis sabu. Sabu yang biasanya dibawa rata-rata sebanyak 1-5 gram.

"Namun tidak lebih dari itu. Karena itu kelihatannya konsumsi untuk dipakai di dalam saja," ucapnya.

Pascainsiden itu sebanyak 14 anggota polisi dari Dit Tahti PMJ diganjar penghargaan karena dianggap telah membantu mengungkap peredaran narkoba yang masuk ke para tahanan.

Antara lain, Bripka Agung Irawanto, Brigadir Samuel Ginting, Brigadir Rahmat Bijakseno, Brigadir Hadi Winarso, Brigadir Kuncor Pandu Arianto, Bripaka Marcos, Bripka Heri Supratman dan Brigadir Febrianti Lubis.

Lalu, ada juga Bripka Yumel Gito, Brigadir Hisar Maradona Halomoan, Bripka Himawan Sutanto, Bripka Saifuddin, Bripka Sumardiyanto dan Bripka Agung Kade Widyatmika.

Piagam penghargaan itu diberikan untuk membuktikan polisi juga melakukan penjagaan secara ketat. Sehingga peredaran narkoba tak bisa secara bebas masuk ke lingkungan penjara.

"Karena kita ketahui bersama, kita ingin menghilangkan kesan, bahwa, meski pun di tahanan orang tuh gampang mendapatkan narkotika. Namun itu tidak terjadi di PMJ," ujar Nico.

Selain itu, pihaknya pun akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Tujuannya, agar penjagaan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia bisa lebih dimaksimalkan untuk menindak peredaran narkoba oleh para tahanan.

"Ke depan yang perlu ditingkatkan, yaitu kerja sama kami dengan pihak Kumham khususnya Kalapas. Dan ini sudah berjalan. Ke depan kami melihat ini menjadi bagian yang penting untuk Resnarkoba untuk bekerja sama. Sehingga kesan meski pun seseorang ada di tahanan, itu bisa mendapatkan narkoba itu bisa dihilangkan," katanya.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya