Berita

Taufik Kurniawan/net

Politik

PAN Belum Mau Ambil Sikap Tegas Soal Revisi UU KPK

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 13:48 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan enggan menanggapi lebih jauh soal wacana bahwa ujung dari hasil kerja Pansus adalah revisi terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihaknya baru akan menentukan sikap resmi setelah Pansus KPK selesai menjalankan tugasnya dengan mengeluarkan rekomendasi.

"Masalah revisi UU KPK kami masih mendengar dulu hasil finalnya dari Pansus angket KPK, batas waktunya 60 hari," tegasnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8).


Wakil Ketua DPR RI ini menekankan bahwa revisi sebuah undang-undang, termasuk Undang-Undang KPK melibatkan semua fraksi di DPR. Kalaupun ada revisi, maka revisi itu terlebih dahulu harus masuk dalam progran legislasi nasional (Prolegnas). Karenanya, menurut dia masih terlalu dini untuk berandai-andai.

Menurut Taufik, DPR hingga saat ini masih menunggu hasil kerja Pansus untuk dilaporkan di Paripurna. Kalau kemudian dari hasil paripurna itu sudah keputusan, tahapannya masih panjang, dan kalau misalnya mau ada perubahan, revisi, atau yang lain dari undang-undang yang lain juga pasti harus ada pembicaraan dengan pemerintah.

"Dalam hal ini perubahan prioritas prolegnas 2018 atau 2017. Biasanya itu yang ditugaskan adalah Menkumham kalau terkait dengan undang-undang," urainya.

Menurut Taufik PAN sedari awal tetap berpegang teguh pada perintah Ketua Umum yakni memperkuat KPK.

"Memperkuat berarti KPK benar-benar amanah, artinya jangan sampai disalah gunakan dalam tanda kutip oleh oknum. Prinspinya ke sana. Kita apresiasi sekali, KPK sangat penting buat kita, itu hasil reformasi dihasilkan DPR. Harapannya ini mengembalikan khitah kekuatan KPK sebagai lemabaga antirasuah untuk kepentingan masyarakat secara objektif adil dan independen," demikian Taufik.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya