Berita

Anggawira/Dok

Politik

Kota Bekasi Terancam Kehilangan Identitas

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 12:27 WIB | LAPORAN:

Pemerintah kota Bekasi saat ini dinilai terkesan abai terhadap pada pengembangan sumber daya manusia sehingga “Kota Patriot” ini terancam kehilangan identitas. Hal ini karena pemerintah setempat hanya terkonsentrasi mengejar pembangunan infrastruktur.

"Lambat laun kota Bekasi bisa kehilangan identitasnya bila tata kelola SDM kurang diperhatikan. Sebab dalam sebuah proses pembangunan aspek yang perlu kita fokuskan bukan hanya infrastruktur namun juga pengembangan SDM yang berkualitas,” ujar bakal calon walikota Bekasi dari Partai Gerindra, Anggawira dalam keterangannya.

Sebagai salah satu contoh, Anggawira menjelaskan perspektif pembangunan sektor pendidikan di kota Bekasi belum optimal. Padahal, pendidikan merupakan faktor penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.


"Keseimbangan dalam program pembangunan seyogianya berjalan seirama agar masyarakat sebagai objek pembangunan yang berkelanjutan memiliki kualitas dan berintegritas," imbuh dosen pasca sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Asyafiiyyah, tersebut.

Ia memandang kebijakan yang diterapkan oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengadopsi gaya pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sangat terkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur.

"Ya, mirip-mirip dengan gaya pak Ahok yang kurang memperhatikan tata kelola sumber daya manusia," cetusnya.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini pun mengomentari pembangunan “hutan kota” tanpa menyeimbangkan dengan zona- zona hijau lingkungan, banjir yang hampir terjadi di setiap tahun, dan kemacetan di beberapa jalan protokol sehingga mempertontonkan kesemerawutan kota akibat dari kebijakan parsial Pemkot Bekasi.

"Kesemerawutan yang terjadi sekarang tentu merupakan salah satu dampak dari kebijakan parsial. Untuk itu, Bekasi perlu perbaikan, dan pemerataan pembangunan baik dari infrastruktur maupun masyarakatnya," pungkas Anggawira.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya