Berita

Jokowi-JK/net

Politik

Pemerintah Jokowi Jangan Terus Berbohong Soal Kejelasan Angka Kemiskinan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 10:15 WIB | LAPORAN:

Pemerintah dinilai kurang terbuka dalam perhitungan seberapa besar angka kemiskinan di negeri ini.

Penilaian itu disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menyikapi pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo di sidang tahunan MPR RI beberapa waktu lalu. Saat itu, Jokowi mengklaim bahwa angka kemiskinan di Indonesia menurun.

"Sebaiknya, pemerintah terbuka dan tidak menutup mata terkait perhitungan kejelasan angka kemiskinan, apa parameternya dan bagaimana cara menghitungnya. Apakah sama antar suatu daerah dengan daerah lain?" Ujarnya kepeda Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/8).


Saat ini, lanjutnya, pertumbuhan belum diikuti dengan perbaikan. Utamanya ditingkat kemiskinan. Nah, untuk memperkecil lebarnya ginie ratio pada pada tahun 2018, politisi Partai Gerindra ini memberikan catatan. Sebab menurutnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu pada akhirnya akan diukur dari seberapa jauh ia mampu membebaskan rakyat dari kemiskinan dan ketimpangan.

Data terakhir menunjukkan bahwa, lanjutnya, angka kemiskinan bertambah 6.900 jiwa dan angka ketimpangan masih ada di angka kuning yaitu 0,39 yang berarti bahwa ada 1 persen orang yang menguasai 39 persen pendapatan nasional.

"Artinya, yang kaya tetap makin kaya. Yang miskin tetap makin miskin. Dan ini sumbernya pada sistem ekonomi yang tidak sesuai dengan semangat konstitusi," imbuhnya.

Untuk itu, menurut dia sebaiknya pemerintah tidak boleh ragu-ragu untuk turun tangan dan membantu pertumbuhan ekonomi agar segera keluar dari middle income trap, bukan ekonomi diserahkan ke negara.

"Kalau swasta sudah ada yang kuat, ya silahkan. Tapi harus ada beberapa hal di ekonomi kita yg tidak bisa diserahkan ke swasta, minimal diatur secara ketat oleh pemerintah. Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Pemerintah yang pelopor dan pemerintah yang membuka jalan, pemerintah yang berpihak dan pemerintah yang memberdayakan," demikian Heri.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya