Berita

Foto/Net

Politik

Datangi Jakarta, Sekjen Partai Komunis Vietnam Teken 5 MoU

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rombongan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong berkunjung ke Indonesia pada 22-24 Agustus. Lima MoU ditekan untuk mempererat hubungan kedua negara di kawasan Asia Tenggara ini.

Ini adalah kunjungan Nguyen setelah tujuh tahun lalu datang ke Indonesia.

"Selamat datang. Kapan bapak terakhir kali ke Indonesia," Presi­den Joko Widodo menyapa Nguyen di Istana Merdeka, kemarin.


Mereka kemudian berbincang dan memasuki ruang tengah Istana. Di sana, rombongan Nguyen disambut sejumlah menteri. Pada kesempatan itu, ada lima nota kesepahaman (memoran­dum of understanding atau MoU) yang diteken rombongan Nguyen dengan menteri terkait. MoU sebuah dokumen legal yang menjelaskan persetujuan antara dua belah pihak.

MoU pertama mengenai pen­didikan yang diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Wakil Per­dana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Xuan Phuc.

MoU kedua mengenai pem­bangunan pedesaan yang ditan­datangani Menteri Desa, Pem­bangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo dan Menteri Pertanian dan Pem­bangunan Pedesaan Vietnam Cao Duc Phat.

MoU ketiga mengenai kerja sama di bidang pemanfaatan batu bara dan pemanfaatan gas di wilayah batas kontingen. Penan­datanganan MoU dilakukan Men­teri ESDM Ignasius Jonan dengan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh.

MoU berikutnya seputar kerja sama di bidang hukum yang diteken Menkumham Yasona Laoly dengan Menteri Kehaki­man Vietnam Le Thanh Long.

Terakhir adalah surat pernyataan bersama peningkatan keamanan laut. Penandatanganan surat pernyataan tersebut dilak­sanakanKepala Badan Keaman­an Laut Laksamana Madya Arie Soedewo dengan Komandan Penjaga Pantai Vietnam Letnan Jenderal Nguyen Quongdan.

Usai acara penandatanganan MoU, Jokowi dan Phu Trong beserta masing-masing delegasi melaksanakan jamuan makan siang bersama di Istana Negara.

Vietjet Buka Rute Baru

Dalam kunjungannya ke Indo­nesia, rombongan Nguyen Phu Trong juga ikut menyaksikan peresmian rute baru maskapai penerbangan Vietjet. Maskapai penerbangan milik Vietnam ini tersohor karena para pramu­garinya yang berbikini.

Maskapai unik ini resmi mem­buka rute baru Jakarta-Ho Chi Minh City. Rencananya, setelah izin terbang keluar, maskapai ini akan mulai beroperasi pertenga­han Desember nanti.

Karena akan terbang ke dan dari Indonesia, maka maskapai ini mengeluarkan kebijakan agar para pramugarinya tidak berpakaian minim seperti bikini. Para pramugari akan mengena­kan seragam biasa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Vietjet tidak akan menampilkan pramugari berbikini selama pen­erbangan dari Jakarta ke Ho Chi Minh City atau sebaliknya.

"Pembukaan rute Jakarta ini untuk mendongkrak sektor pari­wisata. Indonesia dan Vietnam adalah dua negara yang menjadi destinasi wisata favorit di Asia Tenggara. Kita menginginkan adanya koneksitas pariwisata," jelas Budi di Mandarin Hotel.

Wakil Presiden Vietjet Dinh Viet Phuong, menyampaikan, rute baru ini diharapkan mampu mempere­rat hubungan antar kedua negara untuk mendorong pengembangan sektor ekonomi, budaya, finansial, yang pada akhirnya dapat ber­dampak pada sektor perdagangan dan integrasi regional.

Tahun ini, Kementerian Pari­wisata membidik empat negara di ASEAN sebagai negara pri­oritas promosi pariwisata yakni Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Adapun jumlah kunjungan wisman dari Sin­gapura ditargetkan menjadi 2,275 juta, Malaysia 1,772 juta, Filipina 217.000, dan Thailand 135.000 pada tahun ini.

Mengacu pada data Kemen­terian Pariwisata, jumlah turis asing dari Singapura menempati peringkat pertama tingkat kun­jungan dari ASEAN yakni 1,3 juta. Diikuti Malaysia 1,1 juta, Filipina 137.180, dan Thailand 91.665 sepanjang Januari-No­vember 2016. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya