Rombongan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong berkunjung ke Indonesia pada 22-24 Agustus. Lima MoU ditekan untuk mempererat hubungan kedua negara di kawasan Asia Tenggara ini.
Ini adalah kunjungan Nguyen setelah tujuh tahun lalu datang ke Indonesia.
"Selamat datang. Kapan bapak terakhir kali ke Indonesia," PresiÂden Joko Widodo menyapa Nguyen di Istana Merdeka, kemarin.
Mereka kemudian berbincang dan memasuki ruang tengah Istana. Di sana, rombongan Nguyen disambut sejumlah menteri. Pada kesempatan itu, ada lima nota kesepahaman (memoranÂdum of understanding atau MoU) yang diteken rombongan Nguyen dengan menteri terkait. MoU sebuah dokumen legal yang menjelaskan persetujuan antara dua belah pihak.
MoU pertama mengenai penÂdidikan yang diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Wakil PerÂdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Xuan Phuc.
MoU kedua mengenai pemÂbangunan pedesaan yang ditanÂdatangani Menteri Desa, PemÂbangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo dan Menteri Pertanian dan PemÂbangunan Pedesaan Vietnam Cao Duc Phat.
MoU ketiga mengenai kerja sama di bidang pemanfaatan batu bara dan pemanfaatan gas di wilayah batas kontingen. PenanÂdatanganan MoU dilakukan MenÂteri ESDM Ignasius Jonan dengan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh.
MoU berikutnya seputar kerja sama di bidang hukum yang diteken Menkumham Yasona Laoly dengan Menteri KehakiÂman Vietnam Le Thanh Long.
Terakhir adalah surat pernyataan bersama peningkatan keamanan laut. Penandatanganan surat pernyataan tersebut dilakÂsanakanKepala Badan KeamanÂan Laut Laksamana Madya Arie Soedewo dengan Komandan Penjaga Pantai Vietnam Letnan Jenderal Nguyen Quongdan.
Usai acara penandatanganan MoU, Jokowi dan Phu Trong beserta masing-masing delegasi melaksanakan jamuan makan siang bersama di Istana Negara.
Vietjet Buka Rute Baru Dalam kunjungannya ke IndoÂnesia, rombongan Nguyen Phu Trong juga ikut menyaksikan peresmian rute baru maskapai penerbangan Vietjet. Maskapai penerbangan milik Vietnam ini tersohor karena para pramuÂgarinya yang berbikini.
Maskapai unik ini resmi memÂbuka rute baru Jakarta-Ho Chi Minh City. Rencananya, setelah izin terbang keluar, maskapai ini akan mulai beroperasi pertengaÂhan Desember nanti.
Karena akan terbang ke dan dari Indonesia, maka maskapai ini mengeluarkan kebijakan agar para pramugarinya tidak berpakaian minim seperti bikini. Para pramugari akan mengenaÂkan seragam biasa.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Vietjet tidak akan menampilkan pramugari berbikini selama penÂerbangan dari Jakarta ke Ho Chi Minh City atau sebaliknya.
"Pembukaan rute Jakarta ini untuk mendongkrak sektor pariÂwisata. Indonesia dan Vietnam adalah dua negara yang menjadi destinasi wisata favorit di Asia Tenggara. Kita menginginkan adanya koneksitas pariwisata," jelas Budi di Mandarin Hotel.
Wakil Presiden Vietjet Dinh Viet Phuong, menyampaikan, rute baru ini diharapkan mampu mempereÂrat hubungan antar kedua negara untuk mendorong pengembangan sektor ekonomi, budaya, finansial, yang pada akhirnya dapat berÂdampak pada sektor perdagangan dan integrasi regional.
Tahun ini, Kementerian PariÂwisata membidik empat negara di ASEAN sebagai negara priÂoritas promosi pariwisata yakni Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Adapun jumlah kunjungan wisman dari SinÂgapura ditargetkan menjadi 2,275 juta, Malaysia 1,772 juta, Filipina 217.000, dan Thailand 135.000 pada tahun ini.
Mengacu pada data KemenÂterian Pariwisata, jumlah turis asing dari Singapura menempati peringkat pertama tingkat kunÂjungan dari ASEAN yakni 1,3 juta. Diikuti Malaysia 1,1 juta, Filipina 137.180, dan Thailand 91.665 sepanjang Januari-NoÂvember 2016. ***