Berita

Fitriani/Net

Olahraga

Tim Putri Pupuskan Harapan

Bulutangkis
KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 08:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tim bulutangkis putri Indonesia harus puas dengan medali perunggu. Dalam partai semifinal di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin. Indonesia dikalahkan tim tuan rumah Malaysia 0-3.

Hasil ini jauh dari harapan, ter­utama karena mereka langsung berlaga disemifinal. Fitriani, se­bagai pemain tunggal, menyerah pada Soniia Cheah dengan skor 17-21, 17-21.

"Saya mencoba menerapkan pola permainan saya, namun finishing saya kurang bagus bahkan sering mati sendiri. Saya juga terbawa permainan cepat lawan," kata dia.


Tertinggal 0-1, Indonesia berpeluang mengejar ketertinggalan dari ganda Rosyita Eka Putri/ Ni Ketut Mahadewi. Namun, pasangan ini harus mengakhiri pertandingan lebih cepat karena cedera saat posisi 5-7 dari Vivian Hoo/Woon Khe Wei. Adalah Rosyita yang harus dipapah untuk keluar lapangan setelah menga­lami cedera lutut kirinya.

Dengan mundurnya pasangan Rosyita/Ketut maka Indonesia tertinggal 0-2 dari lawan. Hanna Ramadini sebenarnya berpeluang untuk mengejar keterting­galan. Namun, lagi-lagi tunggal kedua Indonesia itu belum bisa bermain maksimal karena di­hadang Goh Jin Wei dengan skor 16-21 dan 13-21.

Meski kalah pada nomor tim, atlet bulu tangkis putri Indonesia tetap masih berpeluang meraih medali karena bakal turun di no­mor perseorangan SEA Games 2017.

Di nomor beregu putra, Indonesia melaju ke babak final setelah Berry Angriawan/Hardianto sukses mengalahkan pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/ Dechapol Puabvaranukroh 27-25, 21-9. Hasil ini mem­buat Indonesia unggul 3-1 atas Thailand. Dua kemenangan lainnya masing-masing oleh Jonatan Christie atas Khosit Phetrabad (21-6, 21-8) dan Ihsan Maulana Mustofa atas Suppanyu Avihingsanon dengan skor 21-15, 21-14.

Dari nomor atletik, Maria Natalia Londa berhasi menyumbangkan medali perak pada no­mor lompat jangkit SEA Games 2017 dengan catatan 13,52 meter di Stadiun Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin.

Maria kalah dari atlet Vietnam, Vu Thi Men yang mem­bukukan lompatan 14,15 dan berhak meraih medali emas. Sedangkan perunggu diraih Thailand, atas nama Pariya Chuaimaroeng dengan catatan 13,32 meter. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya