Berita

Net

Politik

Bakal Cabup Ini Janjikan E-Government Di Sumedang

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 05:09 WIB | LAPORAN:

Bakal calon bupati Sumedang Agung Anugrah bertekad melakukan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan kabupaten. Dia merasa perlunya penataan birokrasi yang berdampak efisiensi layanan masyarakat, sehingga semua pelayanan bisa dilakukan secara cepat.

Menurutnya, penerapan E-Government alias pelayanan birokrasi berbasis teknologi merupakan keharusan dan pekerjaaan rumah bagi siapapun yang akan memimpin Kota Tahu.

"Saya amati Sumedang punya permasalahan, salah satunya layanan publik. Makanya saya dengan teman-teman sering diskusi untuk mencari solusi, kami sebut Sumedang Baru. Salah satunya dari konsep ini adalah E-Government untuk mendekatkan pemerintahan daerah sebagai pelayan masyarakat," kata Agung dalam keterangannya, Kamis (24/08).


Putera asli Sumedang itu merasa prihatin atas pelayanan birokrasi terhadap masyarakat yang masih lamban. Seperti pada Juli lalu, di mana warga mengeluhkan antrian panjang mengurus KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"Pelayanan publik harus berbasiskan E-Government. Sebelum itu harus dilatih dulu semua aparatur pemerintahan agar melek teknologi, semua dinas punya server masing-masing. Dan bupatinya pun ke depan harus memainkan teknologi digital untuk bisa komunikasi dengan warga secara cepat dan setara," jelas Agung.

Lanjutnya, keuntungan tata kelola Pemkab Sumedang berbasiskan E-Government akan berbanding lurus dengan manfaat yang signifikan. Selain melayani masyarakat secara cepat, juga berdampak pada penghematan penggunaan anggaran dan mengurangi terjadinya potensi korupsi .

"Insha Allah jika saya diberi amanah oleh warga Sumedang saya akan benahi menuju Sumedang Baru ini dengan diawali tata kelola pemerintahan. E-Government telah terbukti di berbagai daerah, kenapa Sumedang tidak," tegas Agung.

Hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2016 menunjukkan Sumedang memperoleh skor kurang baik atau C. Bahkan sejak 2014, Sumedang menempati posisi yang sama yakni ranking tiga dari urutan bawah atau peringkat 26 dari 28 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan skor 48,5. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya