Bakal calon bupati Sumedang Agung Anugrah bertekad melakukan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan kabupaten. Dia merasa perlunya penataan birokrasi yang berdampak efisiensi layanan masyarakat, sehingga semua pelayanan bisa dilakukan secara cepat.
Menurutnya, penerapan E-Government alias pelayanan birokrasi berbasis teknologi merupakan keharusan dan pekerjaaan rumah bagi siapapun yang akan memimpin Kota Tahu.
"Saya amati Sumedang punya permasalahan, salah satunya layanan publik. Makanya saya dengan teman-teman sering diskusi untuk mencari solusi, kami sebut Sumedang Baru. Salah satunya dari konsep ini adalah E-Government untuk mendekatkan pemerintahan daerah sebagai pelayan masyarakat," kata Agung dalam keterangannya, Kamis (24/08).
Putera asli Sumedang itu merasa prihatin atas pelayanan birokrasi terhadap masyarakat yang masih lamban. Seperti pada Juli lalu, di mana warga mengeluhkan antrian panjang mengurus KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
"Pelayanan publik harus berbasiskan E-Government. Sebelum itu harus dilatih dulu semua aparatur pemerintahan agar melek teknologi, semua dinas punya server masing-masing. Dan bupatinya pun ke depan harus memainkan teknologi digital untuk bisa komunikasi dengan warga secara cepat dan setara," jelas Agung.
Lanjutnya, keuntungan tata kelola Pemkab Sumedang berbasiskan E-Government akan berbanding lurus dengan manfaat yang signifikan. Selain melayani masyarakat secara cepat, juga berdampak pada penghematan penggunaan anggaran dan mengurangi terjadinya potensi korupsi .
"Insha Allah jika saya diberi amanah oleh warga Sumedang saya akan benahi menuju Sumedang Baru ini dengan diawali tata kelola pemerintahan. E-Government telah terbukti di berbagai daerah, kenapa Sumedang tidak," tegas Agung.
Hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2016 menunjukkan Sumedang memperoleh skor kurang baik atau C. Bahkan sejak 2014, Sumedang menempati posisi yang sama yakni ranking tiga dari urutan bawah atau peringkat 26 dari 28 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan skor 48,5.
[wah]