Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan pedesaan dengan menteri pertanian dan pembangunan pedesaan Vietnam di Istana Negara, Jakarta (Rabu, 23/8).
Penandatangan Memorandum of Understanding (Mou) disaksikan Presiden Joko Widodo dan Sekjen Partai Republik
Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong.
"Vietnam tertarik dengan model pembangunan pedesaan di sini, termasuk konsep dana desa, prukades (produk unggulan kawasan pedesaan), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kerja sama ini adalah tindak lanjut pertemuan pada 2015," jelas Eko dalam keterangannya.
Dia menjelaskan, konsep dana desa menjadi semakin menarik karena merupakan program yang pertama kali dicetuskan di dunia. Program tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat sekaligus komitmen untuk memberikan kewenangan kepada desa dalam menentukan arah pembangunan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Menurut Eko, konsep pertanian di Vietnam kini lebih maju. Pihaknya juga akan belajar mengembangkan pola agricultural estate.
"Vietnam memiliki keunggulan dalam pemakaian bibit dan bercocok tanam secara modern. Kita ingin melihat bagaimana mereka bisa mengubah dari pertanian tradisional ke pertanian modern secara cepat," ujarnya.
Adanya kesamaan komoditas pertanian juga dapat menjadi dasar pertimbangan kerja sama kedua negara. Selain sebagai upaya mengembangkan komoditas unggulan desa, penguatan produk unggulan juga dapat meningkatkan posisi tawar di dunia.
"Seperti karet dan lada, kita bisa bersama untuk menghadapi pasar dunia. Hal itu supaya kita tidak ditekan. Juga bisa saling melengkapi," papar Eko.
Dia menambahkan, ke depan, Kemendes dan pemerintah Vietnam akan mengintensifkan pertukaran informasi dan pertukaran ahli untuk saling mempelajari keunggulan masing-masing. Hasil dari pertukaran akan menjadi dasar pertimbangan bentuk kerja sama yang lebih teknis lagi.
Adapun, sejumlah poin kerja sama yang disepakati bersama Vietnam yakni model pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian di pedesaan, program peningkatan sarana dan prasarana pendukung dalam pembangunan desa, dan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran informasi ilmiah bidang pedesaan.
[wah]