Berita

Malik Haramain

Politik

DPR Akan Bentuk Panja Penyelenggaraan Ibadah Umroh Dan Haji Khusus

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 19:02 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Malik Haramain, mengungkapkan pihaknya akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Penyelenggaraan Ibadah Umroh dan Haji Khusus dalam waktu dekat ini. Pembentukan Panja ini karena pelaksanaan umroh banyak bermasalah.

"Pertama yakni mulai dari rencana pemberangkatan. Pemberangkatan sampai di Mekkah ke Madinah," ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (23/8).

Kedua, terkait penundaan pemberangkatan jama'ah, tambahan biaya umroh dari harga yg telah ditentukan, pembatalan pemberangkatan jamaah dan dananya hilang. Ketiga, adalah perang harga antar Penyelenggara Pemberangkatan Ibadah Umroh (PPIU) atau travel umroh seringkali tidak terkontrol, akibatnya proteksi dan perbaikan pelayanan menjadi terbengkalai.


"Keempat, seringkali masyarakat atau calon jamaah umroh hanya disuguhkan promosi umroh murah yang tidak masuk akal," imbuhnya.

Adapun target Panja yakni pertama, untuk membahas sistem kendali dan pengawasan PPIU atau travel-travel oleh Kemenag RI. Dimana menurut UU no 13/2008 ttg PIHU Kemenag berwenang memberikan izin dan mengawasi PPIU (Penyelenggara Pemberangkatan Ibadah Umroh) atau Travel itu.

"Kedua, mengevaluasi mekanisme pelaksanaan (pemberian) perpanjangan Izin PPIU (setiap 3 tahun) oleh Kemenag RI. Saat ini jumlah PPIU 800 lebih ; Ketiga, evaluasi thdp PMA no 18/2008 ttg pelaksanaan Umroh dan Haji Khusus. Termasuk kemungkinan memberikan kewenangan Audit berkala kpd Kemenag RI terhadap kinerja PPIU," lanjutnya.

Kalau, memperjelas atau mempertegas klausul perlindungan (proteksi) terhadap calon jama'ah. Dimana selama ini mereka selalu yang menjadi korban dari ketidakberesan kinerja PPIU.

"Kelima, Adanya Standar Pelayanan Minimum pelaksanaan Umroh. Selama ini harga yang ditawarkan PPIU sering tidak memenuhi standar pelayanan yang memadai, keenam, perlu kebijakan bagi jamaah yang gagal berangkat. Seringkali Jamaah yang gagal berangkat tidak mendapat kompensasi yang sepadan, bahkan dananya hilang, ketujuh dan lain lain," urainya.

Ditegaskannya bahwa pembentukan Panja ini salah satunya adalah buntut dari kasus First Travel.

"Sebetulnya pengaduan penyelenggaraan umroh sering muncul. Kasus FT ini menjadi bukti bahwa penyelenggaraan umroh selama ini memang banyak masalah. Terutama terkait proteksi (jaminan) terhadap jama'ah. Kasus FT menjadi pemicu dibentuknya Panja," pungkasnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya