Berita

Politik

PKS: Jokowi 'Bunuh Diri' Kalau Keluarkan Perppu KPK

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 15:46 WIB | LAPORAN:

Wakil Sekjen PKS, Mardani Ali Sera, berharap Presiden RI, Joko Widodo, tidak mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Harapannya Pesiden menolak mengeluarkan Perppu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/8).

Anggota Komisi II DPR RI ini malah ingin Presiden merapihkan fraksi dari partai-partai pendukungnya. Dia menilai partai pendukung pemerintah sudah menunjukan arah yang sangat jelas mendorong untuk merevisi UU KPK. Padahal revisi itu terindikasi untuk melemahkan. Nah, kalau memang draft revisi UU KPK dibawa ke Rapat Paripurna, Mardani memastikan bahwa partai-partai yang menolak akan kalah.


"Kita sudah teriak. Pak Jokowi mbok ya bekerja merapikan fraksi-fraksi pendukung. Kan fraksinya pendukung pemerintah semua. Kalau enggak dirapikan, belum tentu bola bisa dihentikan. Karena kalau prosesnya masuk ke Paripurna, menang lagi. Saya sudah hitung-hitungan, kita kalah. Ini proses politik, jangan lagi dibilang Presiden tak bisa campuri urusan DPR. Betul prosesnya di DPR, tapi orang-orangnya itu, orang-orang politik, jadi presiden bisa diskusi," paparnya.

Jika tidak dirapikan fraksi partai pendukungnya, apalagi pemerintah mengeluarkan Perppu KPK, Mardani menegaskan bahwa itu sama saja Jokowi melakukan aksi bunuh diri. Jokowi bisa diimpeachment atau dimakzulkan.

"Buat saya itu bunuh diri. Pak Jokowi kalau buat Perppu untuk revisi UU KPK. Pasti rakyat akan tolak. Jadi hati-hati publik dan kita semua. Bagaimanapun Pansus ini mau dibilang cacat dari awalnya dia sudah produk hukum, diketok paripurna. Nanti pun akan rekomendasi akan diketok juga paripurna. Jadi dia rekomendasi. Ini hak angket loh. Tinggal selangkah ke menyatakan pendapat, impeachment atau apa. Jadi kuat posisi DPR untuk. Kita melihat prosesnya aneh dari bagaimana manggil pihak-pihak yang dirugikan KPK, sehingga kesimpulannya sudah kelihatan ke arah mana (pelemahan KPK)," paparnya.

Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak apapun upaya pelemahan KPK, baik itu revisi ataupun terbitnya Perppu KPK.

"Tolak. Pokoknya masyarakat harus tolak. Proses politik akan mengarah kesana. Kan gini, fraksi pendukung pemerintah mayoritas. Arahnya sudah jelas revisi. Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) udah bilang, berarti terkonfirmasi. Bahwa eksekutif legislatif mau Revisi UU. Kalau itu yang terjadi pelemahannya besar, karena buka kotak pandora. Dicopotin semua kewenangan KPK. Kasihanlah. Udah lemes KPK," pungkasnya.[zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya