Berita

Agus Rahardjo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Agus Rahardjo: Saya Yakin Sekali, Rasanya Enggak Mungkin Penyidik KPK Minta Duit

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo yakin penyidik KPK tidak meminta uang seperti yang ditudingkan terdakwa kasus saksi palsu, Miryam S Haryani. Seperti diberitakan, pada Senin (14/8) lalu saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jaksa KPK memutarkan video pemer­iksaan Miryam yang nampak be­rada di sebuah ruangan. Dalam ruangan tersebut, ada dua peny­idik senior, Novel Baswedan dan Ambarita Damanik.

Kepada Novel, Miryam bercerita tentang tujuh penyidik KPK yang membocorkan jad­wal pemeriksaanya ke Komisi III DPR. Bahkan salah satunya diduga sebagai Direktur KPK. Atas kesaksian Miryam tersebut, pimpinan KPK diminta melaku­kan pemeriksaan internal guna klarifikasi. Berikut penuturan Ketua KPK Agus Rahardjo se­lengkapnya:

Bagaimana dengan hasil pe­meriksaan internal KPK terh­adap tudingan dari Miryam?
Belum, itu kan malah beliau sendiri kan yang minta diperiksa. Dan kalau dilihat kan begini ya, itu kan pada waktu teman-teman memeriksa kan ada laporannya Miryam dimintai Rp 2 miliar oleh Komisi III untuk orang-orang itu. Jadi sumber informas­inya kan juga belum (jelas), jadi yang perlu kita klarifikasi kan nanti Miryam kan akan dimintai keterangan tentang itu lagi, ang­gota DPR yang minta itu siapa, baru penyidiknya siapa. Tapi saya yakin rasanya kok nggak ya kalau penyidik KPK.

Belum, itu kan malah beliau sendiri kan yang minta diperiksa. Dan kalau dilihat kan begini ya, itu kan pada waktu teman-teman memeriksa kan ada laporannya Miryam dimintai Rp 2 miliar oleh Komisi III untuk orang-orang itu. Jadi sumber informas­inya kan juga belum (jelas), jadi yang perlu kita klarifikasi kan nanti Miryam kan akan dimintai keterangan tentang itu lagi, ang­gota DPR yang minta itu siapa, baru penyidiknya siapa. Tapi saya yakin rasanya kok nggak ya kalau penyidik KPK.

Berarti Miryam akan di­minta penjelasan mengenai hal itu?
Bisa jadi iya, karena kan dia yang cerita diminta untuk orang itu.

Johanes Marliem dipastikan Warga Negara Amerika, apa langkah KPK?
Ya itu nanti urusan official kami dengan pejabat-pejabat disana lah.

Kabarnya ada kerjasama dengan FBI untuk mendapat­kan rekaman itu?

Kita kan kerjasama dengan FBI sudah sejak lama banget. Mulai dari salah satu kasus direktur pertamina dulu, jadi kerja sama (KPK dan FBI) memang sudah lama dilakukan. Bukan dari sekarang.

Oh, sudah ada update kasus kematian Johanes Marliem?
Kita masih menunggu.

Isunya kasus e-KTP mau dibawa ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), benar seperti itu?
Ya semua yang ada kemung­kinan potensi TPPU memang harus dilakukan seperti itu.

Berarti TPPU masih terbuka lebar untuk tersangka lainnya?
Nanti kan bisanya kita nggak langsung ada TPPU-nya, ada proses persidangan. Tapi untuk hari ini kita tidak bicara (siapa yang akan dikenakan TPPU) itu, hari ini kita mengikuti proses persidangan, pemeriksaan jalan terus kemudian dari itu akan didapati hasilnya.

Apa sejauh ini KPK sudah mengantongi informasi adanya aliran dana e-KTP yang dilari­kan ke luar negeri?
Itu jangan dibuka secara jelas dulu dong.

Apa kerjasama dengan FBI juga membahas kasus ini?
Banyak hal lah (kerjasama dengan FBI).

Apa ada kemungkinan aset milik salah satu tersangka dis­embunyikan di Amerika?

Belum tahu, belum tahu. Karena memang laporannya belum ada. Kita tunggu saja, nggak usah buru-buru.

Tapi FBI sudah mendapat data mengenai aset-aset itu?
Kita terakhir belum mendapat infonya.

Soal lain. Polri memberikan akses kepada KPK untuk da­pat mengawasi proses penye­lidikan kasus Novel Baswedan, apa KPK setuju dengan ta­waran Polri tersebut?
Kita akan membahas di inter­nal KPK terlebih dahulu.

Memang apa sih yang men­jadi pertimbangan KPK?

Kan Polri juga meminta pe­nyidik kita untuk bergabung, nah kalau sekadar bergabung gitu aja kan, nanti malah tang­gung jawabnya nggak jelas. Ini tanggung jawabnya siapa sih. Makanya kita evaluasi dulu, kita gabungnya seperti apa. ***

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya