Berita

Foto/Net

Olahraga

Di Malaysia, Garuda Dikerjain Nih

Setelah Bendera Kebalik, Sepak Takraw Dicurangi
SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 08:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Belum habis amarah warga Indonesia atas insiden bendera merah putih yang dipasang terbalik di SEA Games 2017 Malaysia, kini tim sepak takraw putri Indonesia merasa dicurangi wasit. Sontak, lini masa dipenuhi amarah warganet yang kesal dengan kelakuan wasit. Kelihatannya Garuda lagi dikerjain nih...

Tim sepak takraw putri Indonesia yang bertemu Malaysia pada laga final SEA Games 2017 memilih walk out dari pertandingan yang berlangsung di Indoor Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (20/8). Alasannya, merasa dicurangi oleh keputusan sang wasit utama, Muhammad Radi.

Wasit asal Singapura itu beberapa kali menganulir servis Indonesia. Sekali, tim Indonesia masih menerima. Tapi, hingga enam kali servis pemain Indonesia dianulir. "Sejak set pertama sudah ada indikasi kecurangan. Ketika anak-anak mau servis selalu dibatalkan. Bagaimana mau main, kasian para pemain kami. Sepertinya ini sudah diatur," kata asisten pelatih timnas sepak takraw putri, Abdul Gani.


Untuk diketahui, tim putri sepak takraw Indonesia walk out pada set kedua. Saat itu Indonesia sedang unggul 16-10. Sementara, Malaysia menang di set pertama dengan angka 22-20. "Alasan servis pemain kami kerap dibatalkan karena kaki pemain kami dianggap terangkat (fault). Mungkin wasit begitu supaya Malaysia menang, seperti ada pengaturan. Sebagai pelatih, saya melihatnya sudah tak normal. Kan Kami bukan sekali ini main sepak takraw, tahulah aturannya," tandasnya.

Setelah protes dan walk out, para pemain dan jajaran pelatih Indonesia masuk ke ruangan ganti. Di sana, sudah ada Menpora Imam Nahrawi. Imam langsung menghampiri tim yang terlihat lunglai. Dia memberi semangat dan motivasi.

"Saya melihatnya, apalagi kalian juga ada di sana. Tapi kenyataannya beginilah. Yang ingin sportif dan fair play ternyata tak direspons dengan baik. Ini kecurangan yang luar biasa. Kalian tidak sendiri, ada saya di sini. Tetap semangat. Olahraga itu sportif, jujur dan adil. Sangat jahat kalau kemenangan diraih dengan cara curang. Kalian harus terus semangat. Karena di depan kalian masih banyak yang harus dibela," tutur Imam sembari menepuk punduk pemain yang nampak lesu dan sesenggukan.

Di Twitter, indikasi kecurangan dalam pertandingan ini dibicarakan warganet. Akun resmi Menpora @ imam_nahrawi menautkan videonya menenangkan tim takraw wanita yang baru saja walk out. "Inti dari olahraga adalah sportivitas. -IN #Sepaktakraw #SEAGames2017 #AyoIndonesia," kicau dia. Hampir seluruh netizen Indonesia geram. Banyak yang menilai Garuda lagi dikerjain. Setelah bendera yang terbalik, kartu kuning Evan Dimas yang aneh pada laga Timnas lawan Timor Leste, kali ini tim sepak takraw wanita dicurangi.

Akun @zaen_ri menyemangati tim takraw. "Semangat buat tim #sepaktakrawwanita lebih baik kalah terhormat daripada menang dengan kecurangan," cuitnya disambut @ vanimet. "Semangat dan terimakasih tim sepak takraw putri atas kerja kerasnya. Kalian sudah melakukan yang terbaik yang kalian bisa," kicaunya. Akun @GRginanjar93 menimpali. "Semangat buat team putri sepak takraw kita apapun yang terjadi di lapangan kami bangga dengan tindakan itu jika benar di dalamnya ada kecurangan," kicaunya, serupa dengan @radifa_ cendana. "Pingin ikutan nangis baca berita tim sepak takraw Indonesia terpaksa walkout. Tetap semangat mbak," cuitnya.

Akun @Andrabertez08 merasa Garuda sedang dikerjain di SEA Games kali ini. "Setelah bendera yang terbalik, kini atlet takraw INDONESIA WO karena merasa dicurangi dari awal permainan, apakah memang Malaysia sedang ingin mencari-cari masalah?" cuitnya, senada dengan @maria_5V. "Kontingen Indonesia "Dikerjain" di SEA Games, Mulai dari Bendera Terbalik Hingga Dapat Makanan Sisa," kicaunya. Akun @PranaManikan bilang, "Setelah bendera. Sekarang giliran atlet dikerjain. Segala cara dipakai untuk melemahkan Indonesia. Kita pantang mundur. Lawan kecurangan," kicaunya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya