Berita

MPR/RMOL

MPR: Kita Mudah Diadu Domba

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 22:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota MPR dari Fraksi PAN, Haeruddin menuturkan jika sebuah bangsa tercerabut dari akarnya maka bangsa itu akan menunggu kematian.

"Inilah yang perlu diwaspadai," ujarnya saat memberikan sosialisasi empat pilar di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Sangga Buana, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8).

Menurut dia, bangsa Indonesia sedang mengalami kondisi darurat narkoba. Data terakhir yang dimilikinya ada 5 juta orang terkena obat-obat terlarang.


"Lima puluh orang mati dalam sehari karena narkoba. Narkoba telah membunuh generasi muda. Mudah-mudahan yang di sini bersih dari narkoba," tegas Haeruddin.

Faktor lain yang menyebab bangsa ini tercerabut dari akarnya karena rakyatnya sendiri mulai melupakan sejarah. Padahal, untuk menjadi sebuah negara, perlu waktu ratusan tahun dan perlu waktu yang panjang.

"Indonesia tak serta merta menjadi sebuah bangsa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Haeruddin memaparkan berbagai sejarah bangsa, mulai zaman kerajaan nusantara hingga zaman pergerakan. Semua sejarah yang ada, mengandung dan memberikan proses penguatan nilai-nilai kebangsaan.

"Kita mudah diadu-domba karena sejarah tak pernah dibuka. Sosialisasi ini juga sebagai upaya agar bangsa ini tak tercerabut dari akar bangsa," tambahnya.

Dalam sosialisasi itu Haeruddin mengatakan Indonesia adalah bangsa yang memiliki keragaman. Meski beragam namun sepakat untuk bersatu.

"Kita bersatu untuk menghadirkan kemajuan, keadilan, dan kemakmuran. Uni Soviet dan Yugoslavia sudah bubar. Di sana bubar karena kemakmuran dan kesejahteraan tak hadir," ungkapnya.

Rektor Universitas Sangga Buana, Asep Effendi, dalam sambutan mengatakan sosialisasi penting dilakukan sebab kalau dilihat di masyarakat ada gejala menurunnya pemahaman dan nilai kebangsaan.

"Allhamdulillah, kampus ini mencoba terus mengimplimentasikan Empat Pilar lewat Ospek dan kegiatan Menwa," paparnya.

Menurunnya paham dan nilai kebangsaan, menurut Asep, tak selayaknya menyalahkan pihak lain. Saat ini diakuinya ada orang yang tak hafal sila-sila Pancasila.

"Inilah yang kami anggap memprihatinkan. Untuk itu Sangga Buana melakukan berbagai kegiatan untuk mengingatkan Empat Pilar," demikian Asep.[san]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya