Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana seharusnya yang pertama menyampaikan protes resmi atas tragedi terbalik warna bendera Indonesia dalam majalah katalog yang dibagikan kepada para pengunjung pembukaan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.
Dalam surat terbukanya, sejarawan Batara Richard Hutagalung mengkritik sikap diam Dubes Rusdi.
Sebab hingga kini dia sepertinya tidak membaca ataupun mendengar pernyataan apapun dari Dubes Rusdi mengenai skandal yang melecehkan simbol negara Indonesia itu.
"Pengusaha besar ini mungkin belum paham bahwa duta besar bukan hanya mewakili presiden, melainkan juga wakil dari negara dan bangsa Indonesia di luar negeri," ujar Batara yang juga ketua umum Komite Nasional Pembela Kedaulatan Negara dan Martabat Bangsa (PKNMB).
Insiden terkuak setelah Menpora Imam Nahrawi pada akun Twitter miliknya memposting foto sebuah Buku Panduan Sea Games 2017 pada halaman daftar negara yang pernah menjadi tuan rumah gelaran Sea Games. Namun, terdapat kekeliruan yang sangat fatal dimana bendera Indonesia dipasang terbalik
"
Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi tercederai dg keteledoran fatal yg amat menyakitkan. Bendera kita....Merah Putih. Astaghfirullaah," tulis Imam dalam Twitter pribadinya.
Cuitan di twitter yang diunggah pada Sabtu (19/8) malam tersebut mendapatkan banyak respon dari netizen Tanah Air hingga Malaysia buka suara. Melalui Menteri Belia dan Sukan Malaysia (Menpora dalam Indonesia), Khairy Jamaluddin, mereka menyampaikan permintaan maafnya kepada Imam melalui Twitter.
"
Bapak Imam, Please accept my sincere apologies for this. Sesungguhnya tiada niat jahat. Saya amat kesal dengan kesilapan ini. Mohon maaf," begitu tulis Khairy yang juga berstatus sebagai Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games 2017 ini
.[wid].