Berita

Pansus KPK/RMOL

Politik

Ini Temuan Hasil Kerja Pansus KPK

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 14:45 WIB | LAPORAN:

Ada banyak temuan yang didapat Pansus KPK sejak bekerja 4 Juli lalu.

Ketua Pansus, Agun Gunandjar menjelaskan temuan tersebut didapat berdasarkan hasil laporan pengaduan, penerimaan aspirasi, dan penyelidikan lapangan.

"Hari ini kami akan jelaskan temuan-temuan dari kerja Pansus untuk KPK," ujarnya di Media Center, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (21/8).


Politisi Golkar itu kemudian membeberkan temuan tersebut. Pertama, Pansus KPK menemukan bahwa KPK sudah bergerak dan memposisikan dirinya sebagai lembaga superbody yang tidak bersedia dikritik.

Kedua, KPK diindikasi telah menggunakan argumen independen untuk lepas dari pemegang cabang kekuasaan negara.

Lebih lanjut, Pansus menyebut bahwa KPK tidak mau diawasi oleh DPR sebagaimana pembentukan KPK sesuai UU 30/2002.

"KPK juga tidak sejalan dengan azas kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, dan proporsional sebagaimana diatur dalam pasal 5 UU KPK," lanjut Agun.

Adapun dalam temuan kelima, Pansus menilai bahwa KPK lebih mengedepankan praktik penindakan melalui pemberitaan opini daripada politik pencegahan. KPK juga terindikasi dalam menjalankan fungsi supervisinya cenderung bergerak tanpa koordinasi.

Selanjutnya, KPK dinilai melaksanakan fungsi penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tidak berpedoman pada KUHP dan mengabaikan prinsip HAM.

"Selanjutnya, ditemukan bahwa SDM aparatur KPK tidak sesuai dengan aturan UU 5/2014 tentang aparatur sipil negara dan UU aparatur negara lainnya. Kesembilan, adalah anggaran dalam KPK banyak yang belum bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan audit BPK," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya