Berita

Politik

Pilwalkot Bekasi Jadi Prioritas Koalisi Gerindra-PKS

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Duet PKS-Gerindra semakin mantap bertarung di Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Gubernur Jawa Barat 2018.

Salah satu pengamat politik tanah air, Adi Prayitno menyampaikan pandangannnya terkait target koalisi tersebut.

"Secara umum koalisi PKS-Gerindra semakin mengawet ya, dan Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta jadi prioritas," kata Adi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/8).


Lebih lanjut Adi menyebut, setidaknya ada tiga poros di Bekasi, yakni koalisi PKS – Gerindra, PDI Perjuangan, dan petahana.

"Yang menarik, kemungkinan besar tiga poros ini akan mengerucut menjadi dua," imbuh Adi.

Menurut Adi, kemungkinan pengerucutan poros tersebut karena calon dari partai PDI Perjuangan memiliki riwayat sebagai narapidana. Hal tersebut akan sangat berpengaruh sehingga menyisakan dua poros yaitu, koalisi PKS - Gerindra dan petahana.

"Posisi koalisi PKS - Gerindra saat ini di Bekasi bagus sekali karena lawannya incumbent. Sebab incumbent sudah punya catatan penting. Banyak yang merasakan Kota Bekasi belum layak disebut kota, karena begitu semrawutannya penataan kota ini," papar Adi

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut memandang tata kelola Bekasi masih buruk, bahkan pada tahun 2015 mendapat predikat kota terkotor. Ruang terbuka hijau juga hingga saat ini belum dapat diwujudkan. Selain itu perekonomian di Kota Bekasi masih rendah dilihat dari tingginya jumlah warga miskin dan rentan miskin yang mencapai 357 ribu orang pada tahun 2016.

"Ke depannya, Bekasi harus dipimpin oleh pemimpin yang punya kriteria, pertama kemampuan manajerialnya harus mantap. Kedua, yang punya background ekonomi. Terakhir Kota Bekasi harus punya pemimpin yang dekat dengan Jakarta sebab sebagai salah satu penyangga Ibukota, Bekasi akan banyak berkoordinasi dengan Jakarta," simpul Adi Prayitno.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya