Berita

Foto: Istimewa

Politik

Amara: Golkar Harus Diselamatkan...

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 12:38 WIB | LAPORAN:

Partai Golongan Karya (Golkar) dalam persimpangan jalan. Diperlukan adanya penyelamatan agar partai beringin tak larut dalam percaturan demokrasi liberal yang penuh dengan perilaku transaksional dan pragmatis, sehingga banyak kader golkar yang terlibat kasus korupsi.

"Golkar adalah aset bangsa, di dalam kiprahnya telah membangun demokrasi pancasila dan bukan demokrasi liberal seperti saat ini yang telah mencederai perasaan rakyat," jelas Ketua Umum Angkatan Muda Samudera Raya (Amara), Herfan Nurmansa di Jakarta, Senin (21/8).

Partai berlambang pohon beringin ini harus diselamatkan supaya bersih dari kader-kader yang korup. Sebab tindakan korupsi sama saja mengkhianati nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.


"Penting untuk menyelamatkan Golkar agar rakyat Indonesia tidak menjadi jajahan oleh kaum kapitalis yang telah memanfaatkan kebesaran Golkar untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," jelas Herfan.

Menurut dia, Golkar harus mampu menjadi tauladan dalam berpolitik dan berdemokrasi. Sebab, sejak didirikan hingga saat ini, Golkar merupakan pilar utama dalam membentuk sistem politik nasional, termasuk menentukan suksesi kepemimpinan nasional.

Sebagai mainstream utama politik nasional, lanjut Herfan, Golkar juga telah sukses membentuk keseimbangan strategis dan medudukkan partai itu sebagai pemain kunci dalam setiap langgam percaturan politik nasional.

Lahir atas kebutuhan dan kebuntuan sistem demokrasi terpimpin serta sebuah harapan untuk menciptakan sistem kepartaian yang efektif, Golkar memiliki kiprah yang cemerlang, lepas dari perdebatan kelahiran serta dominasinya dimasa lalu.

Setidaknya lanjut Herfan, pemilu tahun 2019 mendatang adalah ujian bagi partai Golkar untuk semakin menunjukkan kiprah politik dalam proses perubahan sosial demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya