Berita

Foto/Net

Politik

Malaysia Kurang Ajar

Kasus Merah Putih Kebalik
SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 09:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Malaysia bikin heboh. Tuan Rumah SEA Games 2017 itu mencetak Bendera Indonesia terbalik dalam buku panduan olahraga dua tahunan tersebut. nsiden ini menuai protes keras dari rakyat hingga pejabat di dalam negeri. Meski Malaysia sudah meminta maaf, tetap saja tidak meredakan amarah warga yang kadung menganggap Negeri Jiran kurang ajar.
 
Insiden bendera terbalik ini pertama kali diungkap Menpora Imam Nahrawi yang ikut menyaksikan pembukaan SEA Games 2017 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu malam kemarin. Di akun Twitter miliknya, Imam menyampaikan acara yang bagus itu terciderai dengan keteledoran fatal yang amat menyakitkan. "Bendera kita.. Merah Putih. Astagfirullah..," cuit @imam_nahrawi, Sabtu jelang tengah malam. Dalam cuitannya itu Imam hanya mengunggah foto buku yang memperlihatkan bendera merah putih yang terbalik.

Diketahui kemudian, cetakan bendera Indonesia terbalik itu termuat pada buku suvenir pembukaan SEA Games ke-29 yang dibagikan pada tamu undangan. Bendera terbalik berada pada halaman 80. Halaman itu untuk menandakan negara mana yang sudah menjadi tuan rumah SEA Games. Bendera Indonesia yang mestinya merah putih terlihat menjadi putih merah. Kesalahan mencetak bendera ini hanya terjadi pada Indonesia.


Imam bilang, akan segera melakukan koordinasi dengan lintas kementerian seperti Menko PMK, Menkumham hingga perwakilan kepolisian yang kebetulah hadir. Hasil pertemuan tersebut akan dijadikan modal untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada. "Protes jelas akan kami lakukan. Kami juga menunggu permintaan maaf secara langsung dari pemerintah Malaysia. Masak acara besar dan istimewa harus ternoda dengan ini," kata Imam di Malaysia, Sabtu malam.

Sesaat saja, topik ini jadi viral dan dengan cepat jadi perbincangan warga dunia maya di Tanah Air. Cuitan Menteri Imam itu sebenarnya langsung direpons oleh Menteri Olah Raga Malaysia Khairy Jamaluddin di akun Twitter miliknya, @khairykj. "Bapak Imam, mohon diterima permintaan maaf saya yang sangat tulus soal ini. Sesungguhnya tidak ada niat jelek. Saya amat kesal dengan kesalahan ini. Mohon maaf," kicaunya.

Tapi cuitan tersebut tak meredakan pergunjingan. Pagi-pagi, tagar #ShameOnYouMalaysia sudah memuncaki daftar trending topic di jagat Twitter. Tagar itu berisi kekesalan, protes dan kutukan netizen terhadap Malasyia. Sebagian tweeps menilai Malaysia sengaja cari gara-gara. Masa bendera negara tetangga saja sampai lupa. Kekesalan netizen memuncak setelah diketahui ada salah satu koran di Malaysia, Metro Ahad, yang juga ikut menampilkan bendera Indonesia terbalik. "Masih bilang tidak sengaja?" cuit @robiADPrasetyo, sambil menyisipkan tagar #ShameOnYouMalaysia. Kemarin siang, tagar itu sudah dikcaukan 70 ribu kali.

Selain protes, netizen juga balas mengunggah meme bendera Malaysia terbalik. Gambar bulan dan matahari pada bendera Malaysia yang seharusnya berada di pojok kiri atas diletakkan di pojok kiri bawah. "Kami pun lupa," cuit akun Instagra si_sableng.

Jubir Kemenlu Arrmanatha Nassir mengatakan telah menyampaikan kekecewaan melalui nota diplomatik dan menyebut bahwa masalah itu telah dibahas oleh Menlu Indonesia dan Menlu Malaysia, Sabtu malam itu juga. Para pejabat pun ikut merespons insiden ini. Pagi-pagi, Presiden Jokowi coba menenangkan amarah publik. Dia bilang, tentu saja sangat menyesalkan kejadian seperti ini. Tapi tidak usah dibesar-besarkan. "Kita menunggu permintaan maaf dari pemerintah Malaysia karena ini menyangkut sebuah kebanggaan nasionalisme dari bangsa Indonsia," kata Jokowi.

Sampai siang, komentar para pejabat terus mengalir. Pasalnya, Malaysia belum juga menyampaikan permohonan maaf. Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana misalnya, menduga insiden itu kesengajaan untuk meruntuhkan mental atlet Indonesia. Dia menyarankan menarik kontingen apabila Malaysia tidak kunjung menyampaikan permintaan maaf setelah nota protes dikirim. "Masa dengan tentangga se-ASEANsaja keliru. Emang berapa sih peserta SEA Games?" kata Dadang.

Untunglah, siang kemarin Malaysia menyampaikan permintaan maaf resmi yang disampaikan Menlu Malaysia, Dato Sri Anifah Haji Aman. Atas nama Pemerintahan Malaysia, Dato Sri Anifah mengungkapkan penyesalan atas kesalahan yang tidak sengaja yang dibuat oleh panitia penyelenggara Malaysia terkait salah cetak bendera Indonesia. "Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Dalam hal ini, kami memastikan kepada pemerintah Indonesia semua tindakan telah diambil untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin pun menemui langsung Menpora Imam Nahrawi untuk menyampaikan permintaan maaf secara lisan. Jamaluddin memastikan Kerajaan Malaysia juga akan mengeluarkan permohonan maaf resmi kepada Indonesia terkait kesalahan fatal tersebut. "Atas semangat setia kawan dan serumpun, permohonan maaf dapat dipertimbangkan oleh masyarakat dan kita bisa terus membina hubungan yang baik," kata Jamaluddin. "Tanggung jawab kita adalah memastikan SEA Games bisa mempererat silaturahmi serta persahabatan antara Malaysia dan Indonesia," ujarnya.

Hanya saja, permintaan maaf itu tidak langsung meredakan amarah warga. Sejumlah pengguna media sosial tampak belum selesai mempersoalkan kesalahan itu. Tagar #ShameonYouMalaysia sesekali masih muncul di Twitter. Ada yang terus ngipas-ngipasi ada juga yang bikin adem. "Tidak dimaafkan. Jelas sengaja. Masak cuma bendera kita yang terbalik, kurang ajar itu Malaysia," kicau @mitoSas87, mengomentari berita permintaan maaf Malaysia. Akun @sijo_su berharap permintaan maaf itu menyelesaikan masalah. "Gambar bendera terbalik di buku Sea Games hanya keteledoran tukang grafis, kita gak perlu makantar-kantar seperti mau perang," cuitnya. Senada dikicaukan @badmintontalk. "Kita boleh tidak senang saat bendera kita terbalik. Tapi saat kita hina-hina negara orang setelah mereka minta maaf, that's equally bad guys," ujarnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya