Berita

Sandi Bersama ICONE/Net

Politik

Sandiaga Ajak WNI Di Boston Jadikan Persatuan Platform Membangun Negeri

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 21:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Diskusi kebangsaan bisa menjadi sarana pertukaran ide dan wacana dalam rangka meneguhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme di kalangan warga diaspora Indonesia di Amerika.

Begitu kata Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno dalam diskusi kebangsaan yang digelar Indonesian Community of New England, Inc. (ICONE) di Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat, pada Kamis (17/8) lalu. Acara ini merupakan ekspresi nasionalisme yang ditunjukkan WNI di Boston menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia.

"Berpikir, berimajinasi, dan berkarya untuk Indonesia adalah suatu hal yang melekat pada warga diaspora Indonesia di Amerika. Tanda bakti Indonesia dapat dilakukan oleh setiap warga Indonesia, baik di luar maupun di dalam negeri. Semua itu menjadi modal sosial dan intelektual untuk membangun Indonesia dengan membentuk jaringan internasional dan kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Amerika," ujar Sandiaga di depan mahasiswa dan profesional Indonesia di Boston.


Dalam diskusi ini, Sandiaga merefleksikan pemikiran founding fathers dengan menitikberatkan aspek persatuan di tengah kebhinnekaan bangsa Indonesia (unity in diversity).

"Persatuan dan titik persamaan inilah, yang perlu dijadikan common platform dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan sejahtera," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (20/8).

Selain di Harvard Medical School, ICONE juga merayakan upacara bendera HUT ke-72 RI di Arsenal Park, Boston, pada Sabtu (19/8). Dalam perayaan ini, tidak kurang dari 350 peserta perayaan kemerdekaan RI yang datang dari segala pelosok kawasan New England, yaitu 6 negara bagian pantai timur Amerika Serikat yang terdiri dari Massachusetts, New Hampshire, Rhode Island, Connecticut, Maine dan Vermont.

Dalam acara itu, Co-founder sekaligus President ICONE Olla Chas menegaskan kembali tentang pentingnya persatuan di antara warga Indonesia yang berbeda suku, agama, dan golongan dari berbagai kota di kawasan New England.

"Warga diaspora Indonesia di New England adalah miniatur kecil dari kebhinekaan Indonesia. Sebagai perantau yang berasal dari berbagai macam latar belakang, masyarakat Indonesia disini hendaknya selalu dapat kompak, bersatu padu demi kebaikan bersama, bangsa dan negara. Bersatu dalam perbedaan, dalam kebhinekaan," imbau Olla.

Menurutnya, banyak hal positif yang tidak hanya bermanfaat bagi perorangan, namun juga yang dapat menambah nilai harkat dan martabat bangsa jika komunitas WNI di luar negeri bisa kompak dan produktif.

"Posisi kita di sini sebagai komunitas yang terhormat, produktif, kreatif serta bisa memberikan nilai tambah (added-values) kepada komunitas setempat," tambah Olla.
 
Dalam upacara bendera ini, pembacaan teks proklamasi, Pancasila dan pelantunan lagu Indonesia Raya dilaksanakan dengan penuh khidmat oleh seluruh masyarakat Indonesia dan mahasiswa yang hadir.

Kemeriahan acara ini juga dilengkapi dengan santap bersama kuliner khas Indonesia dan perlombaan beragam permainan tradisional seperti balap karung, tarik tambang, lomba bakiak, lomba makan kerupuk dan sepak bola yang dinikmati tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, namun juga oleh masyarakat setempat Amerika.

Para warga yang memiliki bakat khusus dalam bermusik dan seni tari juga dengan handal menyuguhkan hiburan yang menarik bagi para pengunjung yang rindu akan lagu-lagu populer dan tarian tradisional Indonesia. [ian]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya