Berita

Menpora Minta Malaysia Tidak Ulangi Insiden Bendera Terbalik

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 20:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Malaysia melalui Menteri Belia dan Sukan Malaysia Khairy Jamaluddin telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia atas tragedi warna bendera Indonesia yang terbalik pada majalah souvenir spesial atau buku panduan di pembukaan SEA Games 2017.

Permintaan maaf itu diutarakan saat dia menemui langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawian di Hotel Shangrilla, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (20/8) siang.

Khairy menegaskan bahwa kesalahan cetak bendera Merah Putih itu tidak disengaja dan murni kelalalaian manusia. Ia pun telah memerintahkan kepada para panitia Sea Games untuk tidak lagi mengedarkan majalah souvenir tersebut. Termasuk, segera mencetak ulang buku panduan dengan gambar bendera Indonesia yang benar.


"Ini suatu kesalahan yang besar, dan saya sebagai pihak tuan rumah telah memohon maaf kepada Pak Imam selaku Menpora dan memohon maaf pada seluruh rakyat Indonesia," ujar Khairy.

Menanggapi hal itu, Menpora Imam Nahrowi mengaku memaklumi kesalahan tersebut. Menurutnya, momentum SEA Games merupakan wadah untuk mengokohkan persahabatan antar negara-negara Asean, sehingga ia yakin tidak ada kesengajaan dalam kesalahan menggambar simbol negara lain.

Menpora berharap kasus ini dijadikan pelajaran penting agar di masa mendatang tak berulang.

"Saya berharap hal ini tak terulang, karena apapun bendera adalah simbol negara yang harus dihormati dan Sea Games adalah perhelatan yang dijunjung tinggi bersama," tegasnya.

"Kita ingin beri yang terbaik, hati harus lapang dan luas. apalagi dalam mengukuhkan persahabatan kita," sambung Imam.

Imam mengaku akan menyampaikan permintaan maaf Menteri Khairy itu kepada kepada Presiden Joko Widodo.

"Merah putih sebagai simbol Indonesia harus segera diperbaiki, bahkan media juga dicetak dengan cetakan yang sama, semoga tak mengubah sedikitpun persaudaraan Malaysia dan Indonesia," pungkas Imam. [ian]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya