Berita

Net

Politik

Jadikan Peringatan Kemerdekaan Sebagai Tonggak Rekonsiliasi

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 14:34 WIB | LAPORAN:

Senator senior AM Fatwa mengingatkan bahwa momentum peringatan kemerdekaan RI-72 dapat menjadi tonggak sejarah rekonsiliatif.

"Mari kita sambut dengan politik kebersamaan semua pihak, dan jangan ada politik belah bambu," katanya menanggapi pertemuan para presiden di Istana Merdeka saat upacara Peringatan HUT RI.

Menurutnya, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para mantan presiden merupakan peristiwa yang menggembirakan. Pertemuan kiranya dapat mencairkan hubungan yang selama ini terlihat kaku, dingin, dan membeku.


"Harapan kita membawa pengaruh positif ke seluruh tataran masyarakat, khususnya para pemimpin dari pusat hingga daerah," jelas AM Fatwa dalam keterangannya, Minggu (20/8).

Di sisi lain, pemerintah perlu merajut hubungan yang simbiosis mutualistis dengan umat Islam secara umum. Bukan hanya di tingkat elit dengan para ulama tertentu ataupun dengan tokoh Islam.

"Jadi, pemerintah perlu mengubah pendekatan politik represif terhadap umat Islam dengan pendekatan yang lebih adaptif-akomodatif," ujar Fatwa yang juga menjabat ketua Badan Kehormatan DPD RI.

Dia menambahkan, perubahan pendekatan bisa dimulai dari menghentikan semua kasus yang diduga merupakan kriminalisasi kepada para ulama.

"Pada titik ini, diharapkan akan meminimalisasi ketegangan vertikal antara umat Islam dengan pemerintah dan ketegangan horizontal antara anak bangsa. Terlebih dalam menyambut pesta demokrasi 2019," tegas pemilik nama lengkap Andi Mappethang Fatwa tersebut.

Pada 17 Agustus kemarin, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla mengundang secara khusus para pejabat presiden sebelumnya untuk mengikuti upacara. Yakni Presiden ketiga BJ Habibie, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya