Berita

Tifatul Sembiring/Repro

Politik

Adian Sentil Pemimpin 'Gemuk' Versi Tifatul Sembiring

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 10:56 WIB | LAPORAN:

Ribuan orang dari wilayah Jabodetabek berkumpul di area car free day (CFD) Jakarta, pagi ini (Minggu, 20/8).

Di tangan mereka tampak memegang sertifikat tanah dari program sertifikasi nasional.

Pembagian sertifikat tanah di Car Free Day hari ini merupakan rangkaian dari kebijakan pemerintah Jokowi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia


Di Bali, Presiden secara langsung telah membagikan 5.903 sertifikat, di Kaltara dan Kaltim 1.535 sertifikat, di Riau 6.000 sertifikat, Jawa Tengah 2.500 sertifikat, di Jember 2.850 sertifikat, di Tasikmalaya 2.533 sertifikat.

Target Jokowi hingga akhir 2017 sudah selesai 5 juta sertifikat untuk tanah Rakyat dan 2018 minimal 2 juta sertifikat lagi.

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitapulu mengatakan, program sertifikasi nasional ini bukan semata menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Program ini dinilainya juga mampu menjawab berbagai permasalahan mendasar rakyat.

Ia menyebut setidaknya ada lima alasan program sertifikasi nasional layak dinilai cerdas menjawab permasalahan mendasar rakyat.  

Pertama, mensertifikasi tanah rakyat adalah bagian dari upaya mencegah konflik agraria.

Kedua, posisi rakyat menjadi sangat kuat sehingga tidak mudah dipermainkan oleh mafia-mafia hukum.

Ketiga, program ini upaya pencegahan konkrit dalam melawan mafia tanah yang umumnya dibekingi pemodal besar.

"Di tahun-tahun berikut nya kita berharap kesewenang-wenangan pengusaha hitam yang suka merampas tanah rakyat tak lagi terjadi," ujarnya/

Ke-empat, dengan bersertifikat maka harga tanah rakyat meningkat tiga hingga enam kali lipat. Artinya aset yang dimiliki rakyat bukan saja kuat secara hukum, tapi secara bersamaan juga meningkat drastis.

Kelima, tanah yang bersertifikat jika dibutuhkan bisa dianggunkan di bank menjadi pinjaman modal rakyat dalam mengembangkan usaha tanpa melalui renternir berbunga tinggi.

"Apa yang dilakukan oleh Jokowi memang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang Presiden," tegasnya.

Dari pilihan ini jelas menurut dia, beda pemahanan kewajiban pemimpin versi Tifatul Sembiring dengan Jokowi. Versi PKS atau Tifatul Sembiring, imbuh Adian, ukuran sukses seorang pemimpin mungkin diukur dari pertambahan berat badannya.

"Sementara pemimpin menurut versi Jokowi bukanlah pertambahan berat badan si pemimpin tapi bagaimana si pemimpin mampu membuat rakyat yang dipimpinnya menjadi sehat, kuat dan "gemuk" melalui berbagai program infrastruktur mulai dari ribuan kilometer jalan, puluhan bandara dan pelabuhan, jalan tol dan sebagainya serta beragam paket kebijakan ekonomi, pengelolaan BBM satu harga, pendidikan dan sebagainya termasuk program sertifikasi tanah rakyat," urainya, seakan menyentil doa Tifatul pada sidang tahunan MPR RI, Rabu (16/8) lalu.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya