Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Ngarep RI Jadi Raja E-Commerce ASEAN

Perpresnya Peta Jalan Bisnis Belanja Online Diteken Jokowi
SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 08:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyambut baik langkah pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik Tahun 2017- 2019. Indonesia ditargetkan bisa jadi raja e-commerce di ASEAN.

 Ketua Umum idEA Aulia E Marinto mengatakan, dengan disahkannya Perpres peta jalan e-commerce, maka seluruh pro­gram dan inisiatif ekonomi digital yang dicanangkan, baik saat ini maupun di masa da­tang, memiliki landasan hukum. Dampaknya, potensi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan menjadi besar.

"Potensi Indonesia untuk menuju digital ekonomi sangat besar. Orangnya mau berbelanja di online, infrastruktur diban­gun, dan device tersedia," ujar Aulia di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, e-commerce di Indonesia merupakan yang tertinggi dibanding negara lain di kawasan Asia Pasifik. Dengan adanya peta jalan tersebut, e-commerce di Indonesia diharap­kan bisa mendorong percepatan pertumbuhan digital ekonomi.

Terbitnya Perpres peta jalan e-commerce ini, kata dia, merupa­kan bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong pencapaian ekonomi digital yang ditargetkan akan mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020. "Kita optimistis capai itu. Suatu hari, anak-anak kita jadi penguasa Asia Teng­gara," ujarnya.

Aulia menilai, peta jalan e-commerce merupakan panduan dasar yang kuat bagi ekosistem ekonomi digital. Terdapat 31 inisiatif yang terdapat di dalam Perpres, dan merupakan cikal ter­wujudnya iklim industri e-com­merce yang lebih baik. Terutama pada percepatan pengembangan e-commerce, startup, pengem­bangan usaha, dan percepatan logistik di Tanah Air.

"idEA berharap, pemerintah terus mengawal pelaksanaan Perpres peta jalan e-commerce," kata Aulia.

CEO Tokopedia William Ta­nuwijaya mengatakan, industri e-commerce masih sangat muda dan baru sehingga memerlukan kerja sama serta dukungan dari pemerintah agar dapat berjalan. Dengan adanya peran aktif pe­merintah untuk mengawal perg­erakan e-commerce, Indonesia berpotensi untuk memimpin.

Dia mencontohkan, di China transaksi perdagangan sudah banyak dilakukan secara online. Artinya satu dari tujuh transaksi sudah dilakukan secara online sementara di Indonesia satu dari seratus transaksi dilakukan secara online.

"Perkembangan ekonomi di China dapat terjadi begitu cepat karena masyarakatnya beralih transaksi ke online untuk per­cepatan kemudahan hidup," katanya.

Karena itu, kata dia, tidak bisa dibayangkan jika pemerin­tah pusat dan pemerintah kota setempat bisa memberdayakan UKM dari seluruh Indonesia. Hasilnya, ekonomi Indonesia bisa tumbuh. "Harusnya Indone­sia bisa naik kelas," ujarnya.

Terkait regulasi e-commerce ini, Tokopedia akan terlibat se­cara aktif untuk memberi masu­kan dalam perkembangannya. Menurutnya, dengan keluarnya Perpres ini memperlihatkan jika pemerintah tidak melihat teknologi ini sebagai ancaman yang dihindari namun justru merangkul.

Perpres peta jalan e-commerce ini dikeluarkan dengan per­timbangan, ekonomi berbasis elektronik mempunyai potensi ekonomi yang tinggi bagi Indo­nesia dan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Pertimbangan lainnya, yakni dalam rangka mengop­timalkan pemanfaatan potensi ekonomi berbasis elektronik.

Pemerintah memandang perlu mendorong percepatan dan pengembangan sistem e-com­merce, startup, pengembangan usaha, dan percepatan logistik dengan menetapkan peta jalan e-commerce yang terintegrasi.

"Perpres e-commerce selesai diundangkan, ditandatangani Presiden akhir Juli. Perpres e-commerce ini memberikan petun­juk bagi industri digital ekonomi, jalannya mau ke mana," ucap Menteri Komunikasi dan Infor­matika Rudiantara. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya