Berita

Politik

HUT Kemerdekaan, KNPI Ajukan Narasi Kebangsaan

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 01:14 WIB | LAPORAN:

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengajukan narasi kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus menjelaskan, narasi kebangsaan berangkat dari pengamatan dan diskursus yang berlangsung di internal kaum muda yang berhimpun di KNPI.

Mantan wasekjen PB PMII itu menilai, proses demokrasi saat ini tengah mengalami ujian tidak kecil. Menurutnya, ada kecenderungan demokratisasi politik mendistorsi tradisi, nilai dan sendi kebangsaan. Satu diantaranya, disebabkan oleh ucapan, langkah dan kebijakan elit politik yang tidak jarang memicu kegaduhan di ruang publik.


Darus yang juga berharap agar kaum elit dapat menempatkan kepentingan kebangsaan diatas hasrat politik golongan maupun kelompok. Di tengah kompetisi politik dan kentalnya political patron, dia mengusulkan agar pemerintah memprakarsai terbentuknya forum komunikasi yang menghimpun mantan-mantan presiden dan wakil presiden.

"Saatnya kaum elit menyudahi kegaduhan politik. Kita ingin melihat bahwa perbedaan haluan politik, mereka bisa berhimpun dan rembug bersama, serta dapat saling memberi masukan positif agar kondisi negara, bangsa dan masyarakat semakin kuat," ujar Darus dalam keterangannya, Sabtu (19/8).

Terkait hal itu, Darus mengusulkan pembentukan Forum Kebangsaan Indonesia yang menghimpun mantan-mantan presiden dan wakil presiden. Berkaca pada negara-negara kampiun demokrasi, ada tradisi yang hingga kini masih dirawat. Diantaranya melalui forum yang dibentuk sebagai media komunikasi dan interaksi antara presiden dan mantan presiden.

"Tentunya, Presiden Jokowi juga tidak dapat berjalan sendiri membenahi negeri ini. Perlu kebersamaan dan kesadaran seluruh pihak untuk bergerak bersama," jelasnya.

Berikutnya, tentang daya beli masyarakat dan lesunya perekonomian negara. Kebijakan pemerintah yang tengah fokus pada infrastruktur sebaiknya juga tidak mengabaikan komponen daya beli masyarakat agar perekonomian nasional pertumbuhannya tidak hanya kuat terlihat diatas kertas. Tetapi secara real dan faktual juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Saat ini, kita dihantui oleh krisis daya beli yang berimbas pada melemahnya sendi perekonomian negara. Kemudian, pemerintah dan kaum muda harus duduk bersama membangun narasi tentang kebangsaan serta kepemudaan. Tantangan dan persoalan negeri ini teramat kompleks," beber Darus.

Pada wajah lain, Indonesia diproyeksi akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030.

"Bila kita tidak punya narasi dan rute menata kaum di Indonesia, proyeksi itu akan membawa musibah. Masih ada waktu untuk berbenah," kata Darus.

KNPI sendiri akan mengagendakan Sekolah Kepemimpinan Kaum Muda. Agenda itu merupakan bagian dari ikhtiar kaum muda yang berhimpun di KNPI untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan di masa yang akan datang. KNPI berharap pemerintah dapat melibatkan stakeholder kaum muda untuk membuat pola, rute, dan mengaktivasi potensi kaum muda di seluruh lini. Berikutnya adalah merumuskan program bersama yang terukur, efektif serta diperlukan kesepahaman lintas sektor.

Lanjutnya, entitas organisasi yang berhimpun di KNPI begitu banyak, plural dan majemuk.

"Ada, atau tiada dukungan dari pemerintah, KNPI akan tetap eksis untuk menyiapkan mentalitas, kompetensi, serta kecakapan kaum muda. Sebab, di pundak kaum muda jualah nasib negeri ini dilanjutkan," demikian Darus. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya