Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

KLHK Berhasil Pulihkan Lahan Gambut Bekas Terbakar

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 16:08 WIB | LAPORAN:

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan upaya pemulihan lahan gambut dengan tanaman non sawit bisa dilakukan dengan metode yang tepat.

Pemulihan lahan gambut bekas terbakar seluas 20 hektare di kawasan Kedaton, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, merupakan bukti bahwa lahan gambut bisa ramah terhadap tanaman-tanaman non sawit.

Penanaman tanaman non sawit sekaligus untuk mencegah kebakaran lahan setiap musim kemarau, karena alih fungsi lahan gambut menjadi area perkebunan sawit justru dinilai rentan memicu kebakaran lahan.


"Dengan metode dan perlakuan khusus, pohon-pohon yang tidak cocok ditanam di lahan gambut pun bisa tumbuh," kata Peneliti Litbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bastoni di kawasan restorasi gambut, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

KLHK pertama kali melakukan restorasi lahan gambut di areal seluas 20 itu pada tahun 2010. Namun, menurut Bastoni, penelitian telah dilakukan sejak lahan tersebut terbakar pertama kali di tahun 1997.

"Sejak saat itu, kita mulai mencari bagaimana agar lahan tersebut tidak terbakar, tentu selain sawit kita harus mencari pohon lain yang lebih kuat menahan serangan kemarau," kata Bastoni.

Lahan gambut di OKI itu awalnya terbilang tidak ramah terhadap beberapa jenis pohon non sawit. Jenis-jenis ini sebenarnya merupakan pepohonan yang jika ditanam secara alami akan sulit tumbuh di kawasan lahan gambut yang telah terbakar.

"Ya seperti pohon Ramin, Jelutung, Punak, Meranti, Medang, ini sulit tumbuh di lahan bekas kebakaran, tapi justru sekarang mereka tumbuh subur," ujarnya.

Namun, kini, kata Bastoni, pertumbuhan pohon pun cukup memuaskan. Pada areal restorasi tersebut ada sekitar 25 jenis tanaman lokal hutan rawa gambut yang berasal dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Ke depannya, KLHK akan memperluas kawasan restorasi dengan memanfaatkan hasil penelitian tersebut untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan hebat di kawasan gambut seperti yang terjadi pada 2015 lalu.

"Tidak hanya di OKI, kita akan terapkan ini di daerah lain, ini salah satu metode penyelamatan hutan dari kebakaran," kata dia.

Selama ini, lahan gambut kerap beralih fungsi menjadi lahan kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Padahal pada tahun 2016, Guru Besar Universitas Kyoto, Jepang, Kosuke Mizuno pernah mengatakan, pemulihan lahan gambut yang rusak dengan menanamkan kelapa sawit justru memunculkan potensi terbakarnya lahan tersebut.[wid]



Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya