Berita

Politik

Sekjend MDHW: Secara Mental Bangsa Ini Belum Merdeka

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 19:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-72 tidak cukup hanya dengan seremoni upacara ataupun sekadar menggelar lomba. Namun, memperingati kemerdekaan itu bermakna luas. Memperingati kemerdekaan itu juga beragam, dan banyak caranya.

"Bagi anak-anak dan pelajar, bisa memperingatinya dengan upacara di sekolah dan lomba-lomba. Bagi para ulama dan kiai, bisa dengan berdzikir dan muhasabah. Bagi para pejabat negara, bisa dengan melakukan evalusi kinerja selama setahun, dan seterusnya," kata Sekjen PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW), Hery Haryanto Azumi, di sekretariat MDHW, Tebet Barat, Jakarta (Rabu, 16/8).

Hery menambahkan bahwa salah satu cara mulia memperingati hari kemerdekaan adalah dengan melakukan muhasabah kebangsaan, yakni merenungkan sudah sejauh mana gerak langkah bangsa ini telah berjalan. Dalam pandangan Hery, meskipun dalam rentang perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia sudah banyak monorehkan prestasi luar biasa. Namun sejumlah tantangan juga tidak berhenti menghadang. Hery bahkan menyebut bahwa secara fisik bangsa Indonesia memang sudah merdeka namun secara mental belum seutuhnya merdeka.


Secara fisik kita memang sudah merdeka karena terbebas dari penjajah Belanda. Namun secara mental kita belum seutuhnya merdeka. Kita sekarang masih terjajah. Terjajah oleh perongrongan ideologi bangsa, terjajah dari kebodohan dan terjajah oleh kemiskinan," tambah pria yang pernah jadi Ketua Pelaksana Zikir Kebangsaan di Istana Negara itu.

Salah satu yang menjadi kegelisahan mantan Ketua Umum PB PMII ini adalah adanya upaya sekelompok anak bangsa yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Menurutnya, upaya tersebut menandakan bahwa mental sebagian anak bangsa masih terjajah. Padahal Pancasila merupakan konsensus para pendiri bangsa. Spirit Pancasila  adalah ingin mempersatukan semua golongan untuk bisa hidup berdampingan. Butir-butir Pancasila juga merupakan saripati dari ajaran agama.

"Dengan adanya upaya sekelompok anak bangsa yang ingin mengganti ideologi Pancasila, maka secara mental kita masih terjajah. Pancasila itu konsesus pendiri bangsa dan butir-butir di dalamnya diperas dari saripati ajaran Islam," terang Hery.

Selain itu, untuk mengisi kemerdekaan, dalam pandangan Hery, segenap anak bangsa perlu belajar dengan serius supaya Indonesia bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

"Seharusnya tantangan kita ke depan itu mulai memikirkan bagaimana peran Indonesia di tataran global. Kita sulit untuk maju jika tiap hari masih dihadapkan pada isu radikalisme. Apalagi gerakan itu dimotori oleh anak bangsa sendiri. Ini sungguh menyedihkan," tutup lulusan dari UIN Syarif Hidayatullah itu. [ysa]

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya