Berita

Dunia

Serangan Bom Bunuh Diri Tiga Wanita, 27 Orang Tewas

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 14:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 27 orang di Nigeria tewas dalam serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh tiga wanita awal pekan ini.

Serangan tersebut terjadi di luar sebuah kamp pengungsi dekat Maiduguri di negara bagian Borno di mana kelompok militan Boko Haram juga berada.

Baba Kura, seorang anggota pasukan paroki yang dibentuk untuk memerangi para jihadis, seperti dikabarkan BBC, mengatakan bahwa pembom pertama meledakkan dirinya di dekat kamp dan memicu kepanikan.


"Orang-orang mencoba untuk menutup toko mereka ketika dua pembom wanita lainnya memicu peledak mereka, menyebabkan sebagian besar korban tewas," katanya.

Tahun lalu, pemerintah Nigeria mengatakan bahwa Boko Haram telah dikalahkan.

Namun koresponden mengatakan bahwa tentara gagal menghentikan serangan tersebut, dan orang-orang terus meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Borno dan bermukim di kamp-kamp.

Boko Haram yang berjuang mendirikan negara Islam sejak tahun 2009 lalu ini tak jarang menggunakan wanita sebagai pelaku bom bunuh diri.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh para peneliti anti-teroris AS pekan lalu mengatakan bahwa ini adalah pemberontakan pertama dalam sejarah di mana ada lebih banyak pelaku bunuh diri wanita dibandingkan laki-laki. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya