Berita

Dunia

FARC Serahkan Senjata Terakhir, Konflik 52 Tahun Berakhir

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 13:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok pemberontak Kolombia, FARC menyerahkan gelombang terakhir persenjataan milik mereka kepada tim pengawas di bawah PBB awal pekan ini.

Penyerahan senjata itu dilakukan sebagai bagian dari perjanjian damai antara FARC dan pemerintah Kolombia.

Berbicara di sebuah kamp di utara negara di mana senjata tersebut dimuat ke sebuah truk, Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos mengatakan bahwa penyeragan senjata tersebut menandai hari terakhir konflik 52 tahun pemerintah dengan FARC.


Dengan demikian, seperti dikabarkan BBC, sejauh ini telah ada 17 kontainer senjata yang diserahkan oleh FARC selama setahun terakhir.

Dalam kesempatan yang sama, Santos juga menekankan bahwa Kolombia berkomitmen untuk menjaga keamanan mantan gerilyawan dan masyarakat di zona yang menanggung konflik bersenjata.

Saat ini ada sekitar 7.000 tentara telah terdemobilisasi dan harus diintegrasikan kembali ke dalam masyarakat. Santos menyebut bahwa angkatan bersenjata akan dipindahtangankan di daerah yang dikosongkan oleh FARC, dan pemerintah akan memberikan keamanan, infrastruktur, dan dukungan medis di sana.

Di bawah kesepakatan damai yang dicapai November lalu, FARC akan diizinkan untuk memiliki 10 kursi yang tidak terpilih di Kongres sampai tahun 2026 dan amnesti akan diberikan kepada banyak mantan pejuang. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya