Berita

Pertahanan

BNN Lacak Jalur Masuk Flaka Ke Indonesia

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 01:41 WIB | LAPORAN:

Narkoba jenis Flaka ditengarai sudah masuk ke tanah air. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengaku sudah mendeteksi peredaran narkoba "zombie" tersebut.

"Ada 66 jenis baru yang masuk ke tanah air, termasuk Flaka, yang kita takuti. Karena itu sudah masuk di Indonesia," kata Budi saat acara pemusnahan narkoba di komplek Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/8).

Saat ini, BNN, Polri dan Bea Cukai masih melacak jaringan pengimpor Flaka di tanah air. Apalagi, jenis Flaka diduga memiliki permintaan yang sangat besar.


"Sekarang kami bekerja keras dengan Polri dengan Bea Cukai. Untuk menelisik jaringan Flaka, masuknya lewat mana," tegas pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Narkoba jenis Flaka disinyalir mempunyai efek yang sangat bahaya, yaitu membuat pemakainya seperti mayat hidup atau "zombie." Sebagian besar pemakainya, kebanyakan berasal dari Amerika Serikat.

Meski demikian, peredarannya sangat cepat hingga seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya