Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Menkeu Sri: Negara Kuat Jika Bisa Mengatur Perbedaan

SELASA, 15 AGUSTUS 2017 | 07:20 WIB | LAPORAN:

Sebagai negara yang majemuk, Indonesia perlu menjadi institusi yang memahami perbedaan. Sehingga, dapat mengelola sumber daya yang dimiliki dan menjadikan rakyatnya adil dan makmur.

"Kalau mau bicara organisasi, kita lihat bagaimana anda berorganisasi? Kebinekaan dan radikalisme. Bagaimana caranya kita bisa meng-organize, kalau kita tidak mampu memahami perbedaan. Karena setiap orang berbeda. Bahkan, (anak) kembar pun pasti tidak sama," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam paparan pada acara Simposium Nasional di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8).

Indonesia, lanjutnya, bisa menjadi sebuah negara yang berdaya saing tinggi. Namun, Indonesia juga harus menjadi sebuah institusi yang baik dan berintegritas. Termasuk memiliki SDM yang memahami makna tentang perbedaan.


"Bagaimana bisa jadi negara yang kuat kalau kita tidak bisa memahami perbedaan dan meng-organize perbedaan itu menjadi suatu blessing. Itu adalah suatu tantangan," tuturnya.

Terkait institusi, hal inilah yang mendorong pemerintah untuk meningkatkan kemudahan berusaha sekaligus menjadi indikator kapabilitas suatu negara dalam mengurus rakyatnya. Selain itu, pemerintah seharusnya juga muncul sebagai solusi, bukan masalah.

"Leadership anda akan kelihatan dari organisasi yang anda pimpin. Ada organisasi yang leadernya kelihatannya keren, tapi organisasinya amburadul. Banyak. Kelihatan cuma keren satu sendirian. It's a loner, not a system builder," urai Menkeu.

Untuk itu, menurut dia, Indonesia sebagai suatu kesatuan harus bisa menjadi institusi yang berhubungan mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan menciptakan kesempatan kerja bagi rakyatnya.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya