Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Generasi Bangsa Harus Jaga NKRI Berdasarkan Pancasila

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 21:11 WIB | LAPORAN:

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan 72 tahun silam, tepatnya pada 17 Agustus 1945, telah dipertaruhkan oleh para pendahulu kita dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga.

Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita semua setiap generasi bangsa mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila untuk selama-lamanya.

Hal ini disampaikan oleh Forum Insan Sejarah Indonesia (FISI) sebagai bagian dari anak bangsa yang turut mencermati perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam momen menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72.


"Setiap anak bangsa agar menjaga persatuan dan kesatuan nasional, kebhinekaan dan pluralisme haruslah dimaknai dalam konteks memperkuat persatuan Indonesia," kata Koordinator FISI, Nicolo Machia Fely di Jakarta, Senin (14/8).

Menurutnya, kebhinekaan dan pluralisme bukan untuk mempertajam perbedaan. Namun, sebagai upaya pengamalan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.

Maka dari itu, pihaknya berharap tokoh masyarakat, pimpinan keagamaan, akademisi, dan tokoh lainnya mampu menjadi penyejuk masyarakat dengan pesan-pesan persatuan dan kedamaian.

"Hal ini dilakukan agar terwujud ketenangan masyarakat, yang dimana akhir-akhir ini timbul gejolak tajamnya perbedaan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

"Pimpinan nasional dan pimpinan daerah haruslah menyadari dan memahami bahwa diatas pundaknya terdapat amanat penderitaan rakyat, maka jalankanlah amanat rakyat dengan sebaik-baiknya sebagaimana tujuan Negara kita untuk mencapai kemakmuran masyarakat," lanjut Nicolo.

Ia juga mengimbau agar pemimpin dapat terus melindungi rakyat yang hidupnya kurang beruntung agar tidak tergilas roda jaman.

"Pembangunan yang dilaksanakan haruslah menjamin utamanya agar rakyat yang kurang beruntung mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Nicolo, membangun Indonesia juga harus disertai dengan menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan nonfisik.

"Mari kita kembali mengingat pesan kemerdekaan dari Panglima Besar Jenderal Sudirman: kemerdekaan satu negara, yang didirikan diatas timbunan runtuhan ribuan jiwa-harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga," pungkas alumni sejarah Universitas Negeri Jakarta ini. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya