Berita

Politik

Indonesia Juga Bisa Menjadi Penguasa Dunia

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 17:35 WIB | LAPORAN:

Saat ini semua negara menghadapi banyak persaingan, sehingga sebuah bangsa yang besar akan menguasai bangsa lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian saat mengisi simposium nasional yang digelar DPP Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Jakarta (Senin, 14/8).

"Untuk menjadi negara super power yang bisa berkuasa dan dominan di dunia adalah penduduknya dan sumber daya alam. Serta luas wilayahnya besar," ungkapnya.


Menurut Tito, Indonesia merupakan salah satu bangsa yang kaya sekaligus memiliki sumber daya alam (SDA) besar, namun tidak bisa menjadi penguasa di dunia. Seharusnya, hal itu bisa dilakukan oleh Indonesia sebagai bangsa yang besar.

"Tidak banyak negara memiliki syarat itu (bangsa besar). Indonesia salah satunya yang memiliki potensi," tuturnya.

Tito meyakini bahwa Indonesia mampu menjadi bangsa besar dan penguasa dengan catatan, masyarakatnya harus bersatu padu. Artinya, tidak perlu meributkan hal-hal yang tidak dianggap penting.

"Langkahnya, solid, jangan lagi bicara cakar-cakaran. Tidak bicara misalnya agama ini dan agama itu, tidak bicara mengenai suku ini dan suku itu, tidak bicara keturunan ini dan keturunan itu. Semua harus satu pada sebagaimana Sumpah Pemuda," paparnya.

Lanjut Tito, kalangan pemuda akan menjadi ujung tombak dari kemajuan bangsa Indonesia, sehingga harus bisa membuat terobosan untuk bisa bersaing dengan negara lain. Khususnya persaingan dengan negara-negara seperti Amerika, Tiongkok dan India yang unggul dalam bidang teknologi.

"Kalau terus ribut ya tidak unggul. Nanti menjadi bangsa yang kalah dan dikuasai bangsa lainnya," pungkas mantan kepala Polda Metro Jaya tersebut. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya