Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Terumbu Karang Labuan Bajo Dirusak Kapal, Pemerintah Jangan Diam

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 16:56 WIB | LAPORAN:

Kapal-kapal lokal yang hilir mudik mengangkut wisatawan di kawasan Labuan Bajo, Nusantara Tenggara Timur, diduga merusak terumbu karang. Mereka kerap kali sembarangan melakukan lego jangkar, serta menabrak terumbu karang.

Praktisi hukum yang juga tokoh NTT, Gabriel Mahal menjelaskan, hal itu terjadi lantaran pemerintah Indonesia masih lemah dalam hal pengawasan dan perizinan terhadap kapal-kapal yang berada di salah satu kawasan destinasi terbaik di Indonesia itu.

"Labuan Bajo masuk sebagai 10 destinasi wisata nasional prioritas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di sana banyak destinasi wisata, selain Taman Nasional Komodo yang sudah populer di kalangan wisatawan mancanegara," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/8).


"Dugaan lemahnya pengawasan dan perizinan terhadap kapal-kapal di Labuan Bajo yang berdampak pada masalah kelayakan laik laut kapal, kompetensi kapten kapal, dan kontrol lalu lintas barang legal dan ilegal. Beberapa waktu terakhir sudah terjadi tiga kapal tenggelam."

Gabriel mengatakan, kerusakan terumbu karang akibat keteledoran tentu membuat sejumlah pihak resah. Apalagi, terumbu karang baru bisa terbentuk dalam waktu ratusan tahun, dan andalan wisata Labuan Bajo adalah "wisata bahari" di samping wisata alam dan budaya.

Gabriel prihatin atas rusaknya ekosistem terumbu karang di Labuan Bajo. Bahkan, dia sudah melaporkan kejadian ini kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

"Satu kapal yang memuat wisatawan tabrak batu karang di belakang Pulau Padar di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal itu tidak hanya bocor, dan membuat tidak nyaman wisatawan, parahnya lagi merusak terumbu karang," jelasnya.

Masyarakat Labuan Bajo pun sudah coba melaporkan kondisi kerusakan terumbu karang kepada berbagai pihak terkait, salah satunya Pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Namun, hingga kini masih belum direspon dengan baik.

Banyak pihak "pencinta terumbu karang" dan para pemerhati kawasan wisata pariwisata Labuan Bajo berharap, ada konsen yang serius dari pemerintah pusat mengenai rusaknya terumbu karang yang sangat berharga bagi ekosistem laut dan wisata bahari Indonesia khususnya Labuan Bajo.

"Kapal-kapal yang merusak terumbu karang harus ditindak tegas, agar kapal yang menabrak terumbu karang tersebut ditindak sesuai prosedur dan aturan ditegakkan. Jangan sampai masalah ini ini dianggap sepele," demikian Gabriel. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya