Berita

Net

Politik

Pemerintah Perlu Gandeng Negara Yang Tidak Optimal Gunakan Kuota Haji

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyarankan pemerintah perlu bersinergi dengan banyak negara yang tidak memanfaatkan kuota jamaah hajinya secara optimal. Hal itu merupakan upaya yang positif dan tidak menyalahi.

Demikian disampaikan Ketua Umum ICMI Prof. Jimly Asshiddiqie menanggapi terulangnya kasus pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia secara ilegal.

Dia menjelaskan, sinergi dengan negara lain misalnya dapat ditempuh pemerintah dengan membuat mekanisme lebih dulu yang nantinya untuk Asia Tenggara di bawah koordinasi Indonesia.


"Pemerintah Indonesia bisa membuat suatu mekanisme. Jadi, nanti Asia Tenggara misalnya kita koordinir. Jadi, jatah kuota haji Indonesia bisa diambil dari negara lain," beber Jimly dalam keterangannya, Senin (14/8).

Soal kuota haji, dia juga meminta Kementerian Agama bisa terbuka guna memanfaatkan peluang yang ada. Dengan begitu hasrat beribadah haji masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.

"Pada prinsipnya orang ibadah itu harus dilayani atau dibantu. Jangan sampai merugikan orang yang mau ibadah, padahal niatnya ibadah," kata Jimly.

Pada Rabu lalu (10/8), sebanyak 40 jamaah haji Indonesia dibatalkan keberangkatannya oleh imigrasi Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Rencananya, jamaah haji ilegal tersebut akan berangkat dari Makassar menuju Singapura, kemudian melanjutkan penerbangan ke Srilanka menuju Riyadh, Arab Saudi. Dari Riyadh, mereka melanjutkan perjalanan ke Mekkah melalui jalur darat. Kepemilikan dokumen para calon haji tersebut dinyatakan ilegal lantaran visanya berizin ziarah, bukan untuk melaksanakan ibadah haji. [wah]      

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya