Berita

Politik

Menko PMK: Mahasiswa Harus Mampu Membaca Peluang Globalisasi

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 15:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Indonesia ke depan memiliki potensi untuk menjadi negara dengan perekonomian yang kuat. Lembaga-lembaga terpercaya internasional memprediksi bahwa Indonesia berpeluang menjadi kekuatan lima besar ekonomi dunia pada tahun 2035-2045.

Namun, Indonesia juga masih menghadapi sejumlah tantangan seperti kualitas sumber daya manusia yang rendah dan sejumlah masalah lain yang dapat merenggut dan mengancam masa depan generasi muda.

Demikian salah satu isi pesan Menko PMK, Puan Maharani, saat memberikan materi kuliah umum dengan tema “Pentingnya Revolusi Mental bagi Mahasiswa dalam menghadapi Era Globalisasi dan Tantangan masa depan yang semakin berat dan kompleks” di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jawa Tengah (Senin, 14/8).


Acara ini dihadiri oleh Rektor UNS, Ravik Karsidi, para pimpinan dan anggota Senat UNS, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, anggota DPRD Sukoharjo serta ribuan mahasiswa-mahasiswi UNS.

Puan mengingatkan agar para mahasiswa generasi muda calon pemimpin bangsa dapat memahami berbagai tantangan dan peluang yang ada. "Persaingan dalam era globalisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya dalam mengelola potensi bangsa dan negaranya untuk dapat bersaing," ujar Puan.

Dijelaskannya, dalam Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terdapat tiga agenda strategis yang dilaksanakan untuk dapat mengembangkan potensi rakyat Indonesia. Hal tersebut yaitu, menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan kapabiltas manusia Indonesia, serta membangun karekter bangsa.

Menko PMK juga menegaskan akan pentingnya arti gotong-royong dalam pembangunan karakter bangsa. Gerakan nasional revolusi mental adalah merupakan salah satu agenda pembangunan yang strategis, sebagai upaya dalam membangun nation and character building.

Selain itu, menurut Menko PMK, pembangunan karakter bangsa selain ditempuh melalui pendidikan formal, keteladanan, kehadiran negara yang berwibawa, juga melalui praktek-praktek yang dapat memperkuat jiwa bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan bergotong royong.

"Praktek perubahan untuk kemajuan di Perguruan Tinggi dapat dilihat dari kerja nyata civitas akademika dalam membangun budaya anti plagiat, anti narkoba, budaya keilmuwan yang menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, membangun budaya kampus yang bersih, membangun kesantunan, memperteguh jiwa Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, dan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata bertemakan revolusi mental," pinta Menko PMK.

Demi mencapai tujuan kemajuan bangsa dan negara maka diperlukan kerja sama dan peran, serta tanggung jawab. Menurut Menko PMK dengan kerja bersama, maka kemajuan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dapat semakin cepat terwujud.

"Selamat mengikuti penempaan diri dalam kawah candradimuka Universitas Sebelas Maret. Jadilah pelopor kemajuan Indonesia," demikian Puan. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya