Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Novel Dikawal Ketua KPK

Hari Ini Diperiksa Polisi
SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 10:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketegangan Novel Baswedan dengan kepolisian segera berakhir. Penyidik KPK itu bersedia diperiksa polisi ihwal kasus penyiraman air keras yang menimpanya. Berita acara pemeriksaan (BAP), akan digelar hari ini di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura. Saat di-BAP, Novel tidak sendirian, dia dikawal Ketua KPK, Agus Rahardjo.

"Rencananya Ketua KPK akan ikut mendampingi," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, kemarin.

Febri menjelaskan, pemeriksaan terhadap korban dalam suatu kasus memang bukanlah syarat dtemukannya pelaku penyerangan. Novel, disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017, seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan.


Akibatnya, mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017. Novel hingga saat ini berjuang demi kesehatannya. Sementara, polisi belum mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan Sekalipun begitu, kata Febri, KPK maupun Novel menginginkan kasus ini segera tuntas. KPK berharap, setelah pemeriksaan atas Novel dilakukan, ada titik terang soal pengusutan teror penyiraman air keras yang dialami penyidik top KPK ini.

"Agar pelaku penyerang bisa diproses segera, dan kemudian aktor intelektual bisa ditemukan. Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk pengungkapan kasus ini," katanya.

Secara teknis, kata Febri, pemeriksaan atas Novel sebenarnya dijadwalkan pada 17 Agustus 2017. Namun, di hari bertepatan dengan Dirgahayu RI ke-72 itu, Novel dijadwalkan menjalani operasi besar terhadap mata kirinya. Mata kiri Novel memang lebih parah terdampak penyiraman air keras dibanding mata kanannya.

"Setelah lebih dari 120 hari sejak Novel diserang 11 April 2017, beberapa hari menjelang rencana operasi besar mata kiri Kamis 17 Agustus 2017 mendatang, Novel mengatakan sejak awal bersedia untuk memberikan informasi dan diperiksa. Sejumlah informasi yang dimiliki Novel pun pernah disampaikan pada penyidik yang ke Singapura sebelumnya," kata Febri.

Sesuai rencana, tim dari kepolisian bersama Ketua KPK akan terbang ke Singapura hari ini juga. Jumlah tim tidak banyak. Selain Ketua KPK seorang, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, pihaknya akan mengirimkan dua orang penyidik dari Polda Metro Jaya.

"Satu-dua orang saja, paling Kasubdit dan Direktur (Reskrimum Polda Metro Jaya). Pemeriksaan BAP," kata Argo, Sabtu (12/8).

Selain memerlukan keterangan Novel untuk mengungkap siapa pelaku penyerangan, Argo menyebut pemeriksaan hari ini juga mengonfirmasi pernyataan Novel di media massa soal keterlibatan jenderal Polisi dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. "Iya akan semua kita tanyakan," katanya.

Argo menambahkan, penyidik akan menggali keterangan Novel mengenai kronologis penyerangan itu. Termasuk, orang-orang yang dicurigai Novel. "Kita tanyakan mulai dari kronologisnya, dari kasus mulanya bagaimana. Nanti penyidik yang akan menanyakan," kata tegasnya.

Seperti diketahui, hubungan Novel dengan korps polisi sempat memanas ketika Novel hendak di-BAP pada Mei lalu. Sejumlah penyidik polisi, menjenguk Novel sekaligus mengutarakan maksudnya untuk memeriksa Novel. Namun, Novel menolak diperiksa.

Menjadi tegang, ketika Novel justru meladeni wawancara dengan majalah Time, 15 Juni 2017. Dengan gamblang, Novel mengatakan bahwa serangan itu terkait dengan sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya. Novel memang menangani kasus kakap, salah satunya korupsi e-KTP yang kini sudah menjerat Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka.

Kepada Time, Novel menuding ada keterlibatan jenderal Polri dalam penyerangannya tersebut. Merespons pernyataan Novel, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya akan mengirim tim ke Singapura untuk menggali keterangan Novel. Nah, hari ini pemeriksaan itu terjadi. Semoga saja, selain pelakunya cepat ketemu, hubungan KPK dan Polisi juga membaik. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya