Berita

Nusantara

ASN Jadi Timses, Bawaslu Sumsel Jangan Cuma Diam

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 21:55 WIB | LAPORAN:

Informasi tentang adanya dugaan pelibatan kepala sekolah, pejabat Diknas Pemkot Palembang dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kegiatan peresmian Timses Palembang Pintar yang dilaksanakan oleh pihak calon incumbent Wali Kota Palembang dinilai sebagian pihak sebagai bentuk pelanggaran.

Terkait itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk turun tangan dan melihat soal kebenaran kabar tersebut. Jika memang ditemukan adanya dugaan pelanggaran, maka menurutnya Bawaslu harus tegas.

"Bawaslu Sumsel harus segera bertindak," tegas Jimly, Minggu (13/8).


Terpisah, pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengaku menyayangkan adanya dugaan pelibatan ASN dalam kegiatan timses tersebut. Sebab menurut dia hal itu melanggar UU. ASN, kata dia harusnya bersikap netral dalam ajang pesta rakyat itu. Diapun mendesak Panwaslu setempat untuk segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Panwas jangan menunggu laporan. Harus proaktif mengecek di lapangan. Jika ada kendala laporkan ke tingkat provinsi atau Bawaslu di Jakarta," desaknya.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) telah mengingatkan para guru dan pejabat dinas pendidikan daerah untuk tidak terlibat dalam tim sukses (timses) pemenangan pemilu. Melalui portal pengaduan JPPI di www.laporpendidikan.com, JPPI menerima sejumlah kasus-kasus pendidikan mulai dari kasus pungutan liar, bullying, dan kasus politisasi guru jelang pilkada.

Koordinator Advokasi dan Investigasi JPPI, Nailul Faruq mengungkapkan, JPPI telah menerima pengaduan dari masyarakat Kota Palembang terkait dugaan keterlibatan sejumlah Kepala Unit Dinas Pendidikan Kota Palembang, pengurus PGRI Palembang dan Kepala Sekolah SMPN Palembang dalam timses pemenangan pilkada dan ikut serta dalam kegiatan peresmian Timses Palembang Pintar yang dilaksanakan oleh pihak calon incumbent. Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk selanjutnya dilaporkan kepada kementerian terkait dan Pengurus Besar PGRI.

"Bahwa ada keterlibatan pejabat diknas dan pengurus PGRI yang terlibat langsung dalam tim pemenangan pilkada," jelas Nailul. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya