Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Perempuan Berperan Tinggi Dalam Perkembangan Ekstrimisme

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 20:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perempuan memainkan peran yang strategis dalam perkembangan ekstrimisme di Indonesia. Meski di satu sisi gerakan tersebut tidak terlihat oleh publik.

Begitu peneliti feminis yang juga merupakan Direktur dari Rumah Kitab, Lies Marcus dalam acara workshop yang digelar oleh Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global (PSTPG) FISIP UIN Jakarta, di hotel Padjajaran Suites, Bogor, Sabtu (12/8). Workshop ini mengangkat tema "Assessment of Existing Economic Skills-Oriented Programme for Youth” dengan tujuan merumuskan upaya pemberdayaan anak muda di bidang ekonomi demi menghadapi bahaya ekstrimisme.

"Dari gerakkan keagamaan yang ada, perempuan dalam gerakan radikal paling tidak terlihat, namun mereka paling mempengaruhi lingkup hidup dan kehidupan sehari-hari bagi anggotanya," ujar Lies sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (13/8).


Lies mencontohkan, aksi bom panci di Jakarta Timur beberapa waktu lalu direncanakan oleh perempuan yang mendorong pelaku pria untuk melakukan hal tersebut.

"Jadi, relasi gender sangat penting untuk menjadi instrumen penelitian, bagaimanakah karakter perempuan yang memainkan diri menjadi actor? Apakah mereka berasal keluarga elit atau karena kemampuan kecerdasan atau kecantikannya, itu berpengaruh," sambungnya.

Karena itu, Lies mendorong agar penelitian terkait ekstrimisme tidak memarginalkan peran perempuan yang justru berpengaruh penting pada kaum laki-lakinya.

"Sebisa mungkin peneliti menggali peran Ibu, kakak atau adik perempuan dalam pemberdayaan ekonomi. Perempuan melakukan aktivitas ekonomi tidak hanya penting dalam peningkatan kemampuan keuangan tetapi juga menjadi bagian dari agent pengembangan jaringan keluarga," demikian Lies. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya