Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri: Johannes Marliem Belum Pernah Diperiksa, Kenapa Disebut Saksi Kunci?

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 19:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyayangkan adanya eksploitasi kematian Johannes Marliem yang dikait-kaitkan dengan kasus e-KTP.

Dalam hal ini, kematian penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP tersebut di Amerika Serikat disebut-sebut akan mengganggu proses penyelesaian kasus e-KTP karena Johannes merupakan saksi kunci.

"Jika benar kematian JM ada kaitannya dengan eksploitasi berita secara sepihak, maka ini adalah skandal besar," ujar Fahri dalam kicauannya di akun Twitter @fahrihamzah, Minggu (13/8).


Adapun mengenai kabar bahwa Johannes meninggal di AS, Fahri mengaku sudah mendapat konfirmasi langsung dari otoritas Indonesia yang secara resmi diberitahu oleh FBI.

"Maka selanjutnya ada penyelidikan yang akan panjang. Apalagi jika kasusnya bunuh diri," ujarnya.  

Namun begitu, Fahri menilai bahwa KPK telah menggunakan informasi ini untuk mengangkat citra. Utamanya, dalam mencari dukungan untuk penyelesaian kasus e-KTP.

"Mereka bilang 'kami akan lanjutkan', ini saksi kunci dll," kesal Fahri.

Kini, di tanah air telah bergema bahwa Johannes Marliem merupakan saksi kunci kasus e-KTP. Menurut Fahri hal itu aneh lantaran Johannes belum pernah diperiksa KPK sebagai saksi.

"Entah datang darimana seorang yang belum pernah diperiksa jadi kunci. Saya tanya kenapa Anda sebut saksi kunci? Kunci apa yang dia bawa?" pungkasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya