Berita

Politik

Revitalisasi Pancasila Penting Digalakkan Di Tengah Ancaman Radikalisme

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 19:19 WIB | LAPORAN:

Revitalisasi nilai-nilai Pancasila sangat penting dilakukan di tengah berbagai ancaman yang mengganggu keutuhan NKRI, seperti ancaman radikalisme dan terorisme.

Begitu Bupati Lamandau, Marukan Hendrik MAP  saat berbincang dengan wartawan di acara Konferensi Nasional Umat Katolik yang bertajuk "Revitalisasi Pancasila" di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (12/8) kemarin.

Menurutnya, saat ini keberadaan kelompok-kelompok intoleran semakin mengkhawatirkan. Bahkan upaya untuk menggantikan ideologi Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup belakangan mulai dihembuskan oleh segelintir organisasi kemasyarakat yang anti Pancasila. Salah satunya, Hizbut Tahrir Indonesia yang kini telah dibubarkan oleh pemerintah.


"Kemunculan sejumlah ancaman terhadap NKRI lantaran mulai kaburnya penghayatan dan pengamalan Pancasila pasca lahirnya era reformasi," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendrik menilai, pasca reformasi, Pancasila secara verbal tetap diakui sebagai falsafah negara. Akan tetapi, tataran implementasi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Pancasila sebagai wadah pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam baik suku, agama, ras dan golongan.

Hal ini juga yang menjadi alasan untuk mendorong revitalisasi Pancasila menjadi penting. Poin penting revitalisasi ini, kata Hendrik adalah membuat Pancasila sebagai pandangan hidup, pedoman hidup dan nilai-nilai hidup yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Misalnya, bagaimana semangat gotong royong dan saling menghargai perbedaan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada saudara kita yang berbeda agama mengalami kesulitan atau masalah, maka kita bersedia membantunya," pungkasnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya